• Headline

    Ada Lampu Hijau GBLA, Bobotoh Siap Bikin Angker bagi Lawan Persib

    Oleh : Rianto Nurdiansyah15 Februari 2018 08:06
    INILAH, Bandung-Bobotoh sempat resah lantaran Persib Bandung terancam tak bisa menjalani laga kandang di Jawa Barat pada Liga 1 2018 nanti. Ada kabar gembira, setelah Persip berpeluang menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), mengingat tak akan diproyeksikan dalam agenda Asian Games.

    Bobotoh menyambut baik hal tersebut, seperti diungkapkan beberapa pentolannya ini. Bahkan menjadikan GBLA menjadi stadion yang angker untuk tim lawan.

    "Alhamdulillah, GBLA gak jadi dipakai Asian Games, berarti laga home kita aman," ujar Ketua Umum Viking Girl, Triana Pudjiastuti.

    Bobotoh karib disapa Bunda Ana ini mengatakan, bobotoh pasti rindu memberikan dukungan kepada tim jagoannya. Dengan adanya peluang menggunakan GBLA, sudah pasti suporter yang identik dengan ornamen warna biru ini akan berbondong ke stadion.

    "Setelah degdegan kemarin terancam enggak punya venue untuk laga kandang, saat kita membirukan GBLA," katanya.

    Memang, stadion berkapasitas 38 ribu penonton ini boleh dibilang belum menujukan keangkeran bagi tim lawan. Musim lalu, acap kali Persib hanya bermain imbang. Bahkan, di laga pemungkas Liga 1 2017 tumbang 0-2 dari Perseru Serui.

    Ana menjadi sanksi ketika Persib selalu tanggung di Stadion Siliwangi. Nyali tim tanu ciut karena dukungan bobotoh yang spartan.

    "Sebenarnya Siliwangi angker pada saat itu karena suara. Bobotoh yang bergema mendukung Persib," kenang dia.

    Karena itu dia mengajak bobotoh memberikan dukungan dengan lebih sportif di Liga 1 2018 nanti. Artinya, tak bolah ada lagi oknum yang mencederai jalannya pertandingan dengan aksi yang malah memicu tim jagoannya mendapatkan sanksi.

    "Kita dukung Persib dengan nyanyian dan sorakan, bikin down pemain lawan, sing tertib, sing nyaah, ingat zaman Siliwangi yang begitu angker karena cinta bobotoh ke Persib," paparnya.

    Ana juga berharap bobotoh bisa solid mendukung Persib di stadion. Kendati datang membawa organisasi yang berbeda, namun tujuanya hanya satu, yakni memberikan semangat untuk tim kebangaan.

    "Satukan suara, singkirkan ego, dukung pake hati kurangi emosi," pungkasnya.

    Sementara itu, Ketua Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber) Asep Abdul mengaku siap memberikan dukungan positif untuk Persib di GBLA. Karena hal tersebut yang membuat tim lawan merasa angker di kandang Maung Bandung.

    "Untuk membuat angker bagi Tim lawan mah simple sih, cukup dukungan positif 2 x 45 menit," ujar Asep.

    Mendukung Persib saat menang maupun kalah adalah peran dari bobotoh. Justru saat penampilan Persib melempem, bobotoh harus lebih memberikan sokongan lebih ekstra. Tentunya dengan bentuk yang positif dan sportif.

    "Terus menyemangati Persib baik menang ataupun kalah. Menang tetap rendah hati, kalah jangan sampai luap emosi," ucapnya.

    Berkaca pada laga pemungkas Piala Presiden 2018, kontra PSM Makassar bobotoh menjadi sorotan. Lantaran ada oknum melayangkan botol ke dalam lapangan Stadion GBLA.

    Asep turut menyesalkan kejadian itu. Dia berharap di kompetisi nanti tak ada kejadian serupa.

    "Jangan sampai terjadi lagi pelemparan ke dalam lapang, selain merugikan Persib, juga merugikan bobotoh yang lain. Karena seringkali yang berada di tribun bawah terkena lemparan botol dari tribun atas," pungkasnya.

    Adapun Ketua Bobotoh Taqwa (Botaq) Dede Mustiawan pun menyambut baik peluang Persib menggunakan GBLA. Namun ada harapan dari organisasinya agar keamanan dan kenyamanan stadion berkapasitas 38 ribu penonton ini ditingkatkan.

    "Dari kasus-kasus sebelumnya kan banyak sekali angka kehilangan kendaraan bermotor. Keamanan dalam hal ini petugasnya juga harus diperhatikan panpel," ujar Dede.

    Dia berharap, Persib bisa moncer di GBLA. Mengingat musim lalu beberapa kali hanya mendulang hasil seri. Termasuk di turnamen pramusim Piala Presiden 2018, di mana Maung Bandung gagal pada fase grup A yang dilangsukan di GBLA.

    "Mudah-mudahan sekarang GBLA juga menjadi kandang yang punya keangkeran kepada tim lawan," pungkasmya.

    Sebelumnya, Ketua Panitia Asian Games, Erick Thohir, membeberkan bahwa Stadion GBLA tak akan digunakan untuk hajat Asian Games. Seperti Erick sampaikan di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (13/2).

    "Terus ada juga untuk sepakbola di empat tempat. Yaitu di Jalak Harupat, sudah pasti yang tiga kan itu ada di Patriot, Wibawa Mukti dan satu lagi jadi yang tidak dipakai GBLA," ujar Erick. [jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT