• Headline

    Botaq Distrik Langonsari, Ajari Anak Main Bola

    Oleh : Rianto Nurdiansyah22 Maret 2018 06:22
    fotografer: Rianto Nurdiansyah

    INILAH, Bandung -Bobotoh Taqwa (Botaq), tak melulu sebagai tukang sorak dilaga Persib. Organisasi suporter ini punya kegiatan mengenalkan sepak bola kepada anak-anak.

    Baru-baru ini, Botaq Distrik Langonsari melakukan itu. Berlokasi di Lapangan Sindang Reret, Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, setidaknya ada puluhan anak yang mengikuti latihan sepak bola.

    "Kita latihan setiap hari Minggu jam delapan sampai jam 10 pagi," kata Hendra ketua Botaq Distrik Langonsari.

    Tak ada persyaratan khusus untuk bisa bergabung dalam latihan sepak bola yang digagas Botaq ini. Juga para siswa tidak dipungut bayaran seperti halnya Sekolah Sepak Bola (SSB).

    "Untuk persyaratan tidak ada yang khusus, siapa saja boleh ikut. Batasan usia antara 8-13 tahun. Sampai saat ini Alhamdulillah sudah ada 50 anak yang ikut," katanya.

    Hendra melibatkan sekitar empat anggotanya yang notabene warga sekitar sebagai tenaga pelatih. Memang dia sampaikan, setelah mendirikan organisasi bobotoh, warga sekitar pun cukup antusias. Diketahui, Botaq Langonsari didirikan pada awal Januari 2018 lalu.

    Sementara itu, motivasi menyelenggarakan kegiatan ini lantaran pihaknya ingin menampung dan menyalurkan hobi anak-anak. Dalam hal ini bercita-cita mencetak bibit-bibit pesepakbola muda.

    "Yang Terpenting lagi anak-anak tersalurkan hobi yang positif dengan tidak melupakan agamanya," ucap dia.

    Namun Hendra tak menampik, pihaknya bukan tanpa kendala menjalani kegiatan ini. Khususnya soal sarana latihan, yang saat ini hanya mengandalkan peralatan seadanya. Bahkan, bola pun hanya memiliki lima saja. Memang sangat kurang untuk digunakan oleh 50 siswa. "Kekurangan seperti gawang, bola, cones, yang seperti itu," jelasnya.

    Karena itu, dia berharap Botaq pusat bisa turut membantu kendala yang dihadapi di lapangan. Dia ingin kegiatan ini bisa berkembang menjadi SSB untuk anak-anak yang kurang mampu.

    "Seperti mencarikan donatur atau kerjasama dengan lembaga-lembaga zakat dan kemanusiaan," pungkasnya. [jek]



    TAG :


    Berita TERKAIT