• Headline

    Bobotoh Gelar Konser Amal dan Hunting Fotografi

    Oleh : Rianto Nurdiansyah15 Mei 2018 08:29
    INILAH, Bandung-Dua organisasi bobotoh kompak bukan kala mendukung Maung Bandung di stadion saja. Namun mereka menggagas sebuah acara Konser Amal dan Hunting Fotografi di Lapangan SMK MVP, Jalan Sulaksana, Antapani, Kota Bandung, Minggu (13/5) Malam.

    Mereka adalah Viking Kiaracondong dan Bomber Patas. Berbagai pertunjukan seni ditunjukan di acara ini, dari mulai jaipongan hingga aksi beberapa band. Sebut saja Passcodex, Gurame Is Back, Skalianska, B.M.C, Zona Orkes, Preman Orkes, Nocontrol, Ziprock, Cuaca Cerah Orkes, Asal Oyag Orkes, Orkes Squad, The Jangkriks, Gomper, Nolish dan Metafora.

    Ratusan bobotoh benar-benar memadati lokasi, walaupun harus membayar tiket Rp 10 ribu untuk datang ke acara ini.

    "Uang dari tiket tersebut kita berikan kepada anak yatim dari Yayasan Insan Harapan," ujar Ketua Pelaksana, Ubay.

    Semula, kata Ubay, donasi akan diberikan kepada korban bencana banjir Bandang, Jatihandap Cicaheum. Namun setelah bicara dengan beberapa pihak, Ubay mengetahui bahwa para korban banjir tersebut sudah mendapat bantuan.

    "Kalau kita berikan donasi pada korban banjir kan audah dibantu pihak-pihak lain makanya kita berubah konsep," katanya.

    Padahal ucap dia, konsep sudah disusun sekitar 50 persen. Dengan begitu, pantia harus memikirkan ulang mengenai pihak yang harus diberikan donasi.

    "Alangkah baiknya kita membantu sesama sebelum memasuki bulan Ramadan. Kita dibentuk semua kepanitian dan mencari sponsor," katanya.

    Lagi-lagi, hambatan didapatkan oleh panitia. Empat hari menjelang acara, venue acara terpaksa harus pindah. Awalnya kegiatan akan dilaksanakan di kampus Unjani, Jalan Terusan Kiaracondong, Kota Bandung.

    "Tapi pihak pimpinan kampus membatalkan. Terpaksa dengan waktu yang mepet kami harus mencari tempat lain," katanya.

    Ubay yang juga menjabat sebagai Ketua Viking Kiaracondong ini membeberkan alasan menggelar acara amal ini tak menggunakan nama salah satu organisasi. Itu karena pihaknya ingin membuat sebuah kegiatan yang bisa mencakup semua elemen bobotoh.

    "Kalau kita bawa bendera berarti hanya komunitas tetentu yang akan datang. Kalau pakai nama bobotoh kan mencakup semuanya," jelasnya.

    Ubay bersyukur, jajaran pengisi acara pun dengan sukarela turut berpatisipasi. Tak ada satupun dari mereka yang dibayar, namun sangat antusias memberikan hiburan yang meriah.

    Tak hanya hiburan, pada kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini juga panitia menggelar sesi hunting foto. Di mana, mojang-mojang yang memang kerap menghiasi tribun bobotoh di stadion sebagai objek dari kamera.

    "Peserta hunting foto ini ada dari beberapa komunitas forografi yang ada di Bandung," pungkasnya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT