• Headline

    Sempat Rancang Koreo di Tim Lain, Bob Lebih Bangga di Persib

    Oleh : Fuad Hisyamudin24 Mei 2018 08:27
    INILAH, Bandung-Musim 2018 ini pertunjukan koreografi 3D (tiga dimensi) seolah menjadi daya tarik tambahan di laga kandang Persib Bandung. Memang pada beberapa kesempatan, berbagai lukisan maupun tulisan ukuran raksasa ditampilkan di Tribun Timur Stadion GBLA, Kota Bandung.

    Ya, Creative Division 33 yang mengagas karya tersebut. Namun di antara mereka ada satu orang yang berperan penting dalam merancang desain pada koreo yang pernah mereka buat. Siapa itu?

    Dia adalah Bob alias Bobi Jaelani. Pria kelahiran Bandung 21 Agustus 1986 ini memang salah satu sosok di balik kesuksesan koreografi laga kandang Persib.

    Rupanya Bob bukan orang baru di dunia kreatif suporter sepak bola. Kendati rasa bangga mutlak kepada Persib Bandung, namun dia memulai menuangkan kreasinya di tim lain. Yaitu pada tahun 2017 lalu.

    "Asalnya saya jadi kreatif di tim lain. Sempat bantu Makassar dan empat kali bikin koreo 3D di Surabaya, itu saya yang desain," ujar Bob, Rabu (23/5).

    Ada kebangaan memang ketika gambarnya diakui oleh suporter tim lain. Walaupun tetap saja, kala itu, dia merasakan akan lebih bangga bilamana karyanya terpampang di stadion saat laga kandang Maung Bandung. Padahal, Bob tak memiliki darah Sunda walaupun lahir di Bandung. Orang tuanya dari Yogyakarta.

    "Gambar diakui Kota Lain tapi hati ada di Bandung. Walaupun enggak dibayar seperak pun tapi karya di laga Persib sudah senang," ucapny

    Lulusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Komputer (Unikom) ini memberkan cara mencari ide untuk membuat karya koreo. Yang pasti harus peka pada fenomena maupun momen apapun. Apalagi pada kondisi tim. Kerena itu, koreo yang dia garap selalu memiliki pesan yang kuat.

    Disinggung koreografi mana yang paling berkesan, dia sampaikan, saat Persib menjamu Mitra Kukar, Minggu (8/4) malam WIB. Kala itu dia mendesain koreografi yang mengajak skuat Persib bangkit setelelah di dua laga sebelumnya kurang menuai hasil maksimal.

    "Paling berkesan itu saat koreografi yang 'Bangkit' ada gambar pelatih (Mario Gomez) lagi pusing menunduk. Karena belum dikasih kemenangan. Terus ada gambar ajakan bangkit juga dari kanan dan kiri. Alhamdullah Persib bisa menang dan banyak yang komen suka sama koreografi itu," Papar Bob.

    Bob juga merasa beruntung memiliki tim yang solid walaupun hanya sekitar 5 hingga 10 orang. Dari mulai mendesain, menggambar hingga memperhitungkan keamanan bobotoh lainnya tatlaka penampilkan koreografi menjadi tugas mereka.

    Lebih lanjut, dia pun menyambut bobotoh dari oraganisasi manapun maupun perorangan apabila ingin turut bergabung membuat karya.

    "Bisa datang langsung ketika kita sedang membuat koreografi. Kami akan sangat terbuka dan enggak perlu harus punya latar belakang seni. Hanya harus siap lelah bareng-bareng saja," pungkasnya.[jek]


    TAG :


    Berita TERKAIT