• Headline

    Polisi Sayangkan Panpel Persib Langgar Kesepakatan

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri25 September 2018 13:38
    INILAH, Bandung - Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Irman Sugema menyayangkan pihak Panitia Penyelenggara (Panpel) Persib tidak menjalankan kesepakatan saat rapat sebelum pertandingan kontra Persija Jakarta. Hal itu terkait pengadaan layar lebar di area luar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

    Irman menuturkan, ketika rapat jelang laga di Mapolrestabes telah disepakati Panpel akan menyediakan enam buah layar lebar yang disebar di sejumlah titik area luar Stadion GBLA. Namun, dia tidak melihat layar lebar tersedia pada hari pertandingan, Minggu (23/9).

    "Kemudian kami mengharapkan pada panitia, mengantisipasi animo ini bukan hanya aparat keamanan di setiap lini yah, tetapi ada sarana altrnatif solusi memecah kerumunan masa, sehingga tidak memaksakan kehendak. Kesepakatan panitia bahwa, bersedia menyiapkan layar lebar sebanyak 6, Namun di sayangkan pada pelaksanaannya tidak ada," kata Irman di Plaza Balai Kota, Jalan Wastukencana, Bandung, Selasa (25/9).

    Irman menjelaskan bahwa keberadaan layar lebar tersebut juga sebagai solusi untuk mengendalikan suporter yang membludak di Stadion GBLA. Sehingga, penonton yang tidak bisa masuk ke tribun tetap bisa menyaksikan pertandingan Persib melawan Persija.

    Bukan tidak mungkin, sambung Irman, segala tindakan kekerasan yang terjadi di stadion bisa terlekan. Sebab, dia menilai konsentrasi massa sudah terfokus sehingga tidak berkeliaran saja.

    "Seandainya layar lebar itu ada, paling tidak bisa memecah konsentrasi massa agar yang tidak bisa masuk tidak akan melakukan anarkis melempari petugas dan juga melempari petugas dengan batu botol dan sebagaibya. Kalau sarana menonton ada mungkin mereka akan menonton tidak melakukan hal itu," terangnya.

    Komitmen pemasangan layar lebar tersebut disoroti Irman karena menjadi poin penting ketika rekomendasi pertandingan tetap dikeluarkan untuk dihelat pada Minggu (23/9). Karena sebelumnya, dia juga telah mengusulkan agar laga panas itu bisa digeser pelaksanaannya di hari Selasa (25/9).

    Alasan Irman untuk mengundurkan jadwal Persib melawan Persija ini juga diajukan guna meminimalisasi pergerakan masa ke Stadion GBLA. Lantaran dia sudah memprediksi apabila pertandingan yang digelar pada saat hari libur akan dihadiri oleh suporter dengan jumlah betlipat melebihi kapasitas stadion itu sendiri.

    "Awalnya kami usulkan di tunda harinya Selasa, dengan pertimbangan hari Minggu mengantisipasi jumlah penonton yang membludak karena hari Minggu, padahal kapasitas stadion 38 ribu tapi animonya luar biasa, mungkin di perkirakan ada total 100 ribu orang yang datang, sementara stadion 38 ribu. Nah yang sisanya bagaimana, itu sudah kita bahas dari awal," bebernya.

    Kejadian ini jelas akan menjadi evaluasi lebih ketat lagi bagi Irman beserta jajaran kepolisian. Terutama, kata dia, perihal kesepakatan yang dilanggar oleh Panpel Persib terkait komitmennya dalam menyediakan sarana dan prasarana penunjang keamanan dan ketertiban di stadion.

    Apalagi, Persib akan kembali menggelar laga kandang melawan Madura United, yang rencananya bakal dilaksanakan di Stadion GBLA pada Sabtu (29/9) ini. Sehingga Irman akan lebih jeli lagi dalam mengeluarkan rekomendasi pertandingan.

    "Ini sedang melakukan pemeriksaan intensif dan kami mengundang dari panpel dan bobotoh untuk diminta keterangan terkait kasus kemaren kejadian itu, agar ini menjadi bahan evaluasi, dan kami akan berkoordinasi dengan Polda untuk pertandingan berikutnya," pungkasnya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT