• PSSI Rilis Kebijakan Baru Soal SARA, Pesan Politik dan Penghinaan oleh Suporter

    Oleh : Yogo Triastopo12 Oktober 2018 15:29
    INILAH, Bandung - Komite Eksekutif PSSI per tanggal 8 Oktober 2018 telah merilis kebijakan baru tentang ujaran SARA, politik dan hinaan di dalam pertandingan.

    Surat bernomor 4573/UDN/2114/X-2018 itu juga menyebutkan, PSSI berhak menghentikan permainan jika dalam sebuah pertandingan ditemui ujaran SARA, politik dan hinaan.

    Dilansir persib.co.id, isi dari sejumlah ketentuan baru PSSI adalah sebagai berikut :

    1. Pertandingan adalah setiap pertandingan resmi yang dipimpin oleh wasit PSSI dan diawasi, dilaporkan serta dilegitimasi oleh pengawas pertandingan PSSI.

    2. Permainan adalah permainan sepakbola yang dipimpin oleh wasit PSSI dan dijalankan sesuai dengan Peraturan Permainan (Law of The Game).

    3. Nyanyian yang mengandung unsur SARA, Politik dan Penghinaan adalah lagu, suara, teriakan yang mengandung unsur SARA, pesan politik dan penghinaan. Termasuk namun tidak terbatas pada kata-kata yang menghina atau mengancam suatu suku, agama, ras dan golongan.

    4. Pemain adalah pemain sepakbola yang terdaftar di PSSI baik secara langsung maupun tidak langsung.

    5. Koreografi yang mengandung unsur SARA, Politik dan Penghinaan adalah gerakan, tarian, gambar, poster, spanduk, bendera dan sejenisnya yang mengandung unsur SARA, pesan politik dan penghinaan. Termasuk namun tidak terbatas pada ungkapan kata-kata yang menghina/mengancam suatu suku, agama, ras dan golongan.

    6. Nyanyian dan Koreografi sebagaimana didefinisikan pada poin tiga dan lima tidak terbatas pada kelompok atau tim yang sedang bermain di pertandingan tersebut.

    Guna menyikapi hal itu, Komite Eksekutif PSSI pun langsung menyiapkan prosedur penghentian sementara bagi pertandingan yang dianggap mengandung unsur SARA, politik dan hinaan:

    1. Pengawas pertandingan adalah satu-satunya pihak yang berwenang untuk memberikan notifikasi atas nyanyian & koreografi yang termasuk dalam definisi di atas kepada Wasit Cadangan (Fourth Official).

    2. Wasit cadangan (Fourth Official) kemudian meneruskan informasi tersebut kepada Wasit (Referee).

    3. Wasit dapat kemudian menghentikan sementara permainan.

    4. Penghentian permainan dilakukan hingga nyanyian dan atau koreografi dinyatakan tidak lagi mengandung SARA, Pesan Politik, Penghinaan dan berdasarkan petunjuk atau aba-aba dari pengawas pertandingan.

    5. Permainan dimulai kembali berdasarkan ketentuan berikut:

    a. Apabila pada saat dihentikan, bola ada di luar permainan, maka permainan dijalankan kembali berdasarkan posisi ketika bola tersebut di luar permainan (throw in, corner kick, penalty kick, free kick).

    b. Apabila pada saat dihentikan, bola ada di dalam permainan, maka permainan akan dimulai dengan dropped ball.

    6. Pemain disarankan untuk menunjukkan sikap fairplay dengan membuang bola keluar lapangan.

    7. Setelah tiga kali penghentian permainan dilakukan dan kejadian terulang, maka wasit dapat menghentikan permainan sepenuhnya dan menyatakan pertandingan selesai. Status pertandingan diserahkan kepada PSSI.



    TAG :


    Berita TERKAIT