• Gagal Jadi Pilot Imbas Kecelakaan, Ismail Teguh Jadi Paralimpian

    Oleh : Jaka Permana20 Oktober 2016 01:00
    fotografer: Media Center Peparnas
    •  Share
    •  Tweet
    INILAH, Bandung - Malang tak bisa dibisa ditolak, mujur tak bisa diraih. Demikian peribahasa yang kerap menggambarkan betapa lemahnya kuasa manusia di tangan Sang Maha Kuasa.

    Itu pula yang terjadi pada Ismail (34), paralimpian renang asal Riau, yang baru saja meraih medali perunggu kategori S10 nomor 50 meter gaya punggung putra dalam Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV 2016, Selasa (18/10/2016) siang.

    Pada tahun 2000 lalu, saat mengendarai motor, dia terserempet mobil. Karena parah, dokter kemudian memutuskan harus amputasi. Dunia serasa gelap, karena dari kecil hingga usia 17 tahun, dia menjalani hidup dengan karunia fisik normal.

    "Saya butuh waktu tidak sebentar untuk menyemangati hidup saya. Sebab, cita-cita saya jadi pilot, urung sudah dengan diamputasi. Beruntung saya punya keluarga yang terus menyemangati," katanya saat ditemui katanya saat ditemui setelah Upacara Pengalungan Pemenang (UPP) di Kolam Renang Universitas Pendidikan Indonesia, Jl Setiabudi, Kota Bandung, Selasa (18/10/2016) sore.

    Dorongan tersebutlah membuat Ismail mau diajak berlatih renang yang terus dijalankannya setiap hari terkecuali hari Minggu. Tanpa lelah, aktivitas itu menyadarkan bahwa dirinya masih punya potensi sekalipun cita-cita penerbang kandas.

    Ismail mengaku, dari semula memunculkan lagi motivasi, namun kini tidak pernah terbayangkan olehnya menjadi seorang Paralimpian Renang 50 meter yang menangguk keping medali.

    ​Ismail, Paralimpian Renang Riau, peraih medali perunggu 50 meter gaya punggung putra. Padahal, olahraga yang satu ini butuh kerja otot sangat ekstra karena hampir seluruh otot tubuh digunakan. Mulai dari otot bahu, lengan, punggung bagian atas, dada, dan otot kaki.

    "Meskipun kaki kanan tidak berfungsi, bukan penghalang bagi saya. Ya memang susah, cuman kalo udah lama berlatih ya lumayan. Malah sekarang jadi menyenangkan aja lah, saya enjoy,” katanya.

    Menurut dia, kini jalan hidupnya tegas sudah. Ismail ingin terus menjadi Paralimpian, yang selalu semangat dan terus berprestasi ke depannya. Ini terlihat jelas di wajahnya yang seharian kemarin terus semringah setelah perunggu di genggamannya.

    “Harapan saya bisa lebih baik lagi. Saya lebih tahu jalan hidup ke depannya, saya akan serius berkecimpung agar berprestasi pada kejuaran lainnya. Saya harap dukungan pemerintah juga bisa terus konsisten bagi paralimpian," pungkasnya. [jek/media center peparnas]