• Pelanggan PDAM Belum Nikmati Air 24 Jam

    Oleh : Rizki Mauludi27 Desember 2016 19:26
    •  Share
    INILAH, Bogor " Jumlah pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada 2016 meningkat 9,4 persen dari tahun sebelumnya. Pada akhir Desember 2015, jumlah pelanggan mencapai 138.151 sambungan langsung (SL), sedangkan hingga 20 Desember 2016 mencapai 147.230 atau bertambah 9.079 SL.

    “Penambahan jumlah pelanggan baru ini melampaui target penambahan 2016 yakni 9.000 SL. Cakupan layanan pelanggan naik 3,1 persen, dari 82,79 persen per 31 Desember 2015 menjadi 85,89 persen. Angka in melampaui target Corporate Plan PDAM sebesar 85,66 persen,” kata Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Pakuan Deni Surya Senjaya kepada wartawan, Selasa (27/12).

    Deni menyatakan, untuk menurunkan angka kehilangan air, pihaknya membuat sejumlah progam penggantian pipa dan perbaikan pipa. Tahun ini perusahaan memiliki target penurunan NRW 2 pada 2016 sebesar 30 persen.

    “Hngga Oktober 2016, angka kehilangan air Kota Bogor sebesar 29,33 persen. Angka ini diharapkan bisa terus menurun pada akhir Desember 2016 nanti," beber Deni.

    Deni melanjutkan, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mampu mempertahankan layanan dari segi kuantitas dan kontinuitas (K3). Bahkan tetap menjaga kualitas air minum yang diolah sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

    “Kita memenuhi 97,71 persen waktu secara kontinuitas. Artinya hanya ada 2,29 persen wilayah yang belum terlayani air bersih selama 24 jam. Mayoritas wilayah yang belum terlayani 24 jam berada di zona layanan VI," terangnya.

    Ia menuturkan, adapun program perbaikan sistem pengaliran tahun 2016, di antaranya pemasangan pipa 500 mm di zona IV sepanjang 10 km, mulai Jalan Merdeka sampai Kayu Manis. Pemasangan pipa 500 mm di jalan R3 hingga Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara sebagai penopang pengaliran dari SPAM Katulampa.

    "Ada juga pemasangan pipa HDPE di Jalan Sindang Barang, Kecamatan Bogor Barat, untuk pasokan air ke Bubulak, Cifor dan daerah Bogor Barat lainnya," tutur Deni.

    Selain itu, kata Deni, ada peningkatan produksi pada tahun 2016 melalui perbaikan hopper dan mororized di IPA Dekeng untuk menambah dan meningkatkan produksi air sebesar 150 sampai 200 liter per detik sebelum disalurkan ke pelanggan.

    "Pembangunan penangkap mata air di sumber mata air Kota Batu sebesar 50 liter per detik guna mengoptimalkan kapasitas produksi. Pembangunan reservoir 3.000 kubik dilakukan tahun 2017 untuk menunjang pelayanan zona II, V dan VI," jelasnya. (rizki mauludi/dey)