• Club 31 Selalu Kurang Bayar Pajak

    Oleh : Rizki Mauludi29 Desember 2016 14:23
    •  Share
    INILAH, Bogor " Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bogor sedang melakukan pengawasan terhadap Club 31. Tempat hiburan di kawasan Bandung Nirwana Residence ini kerap kurang membayar pajak. Modus membayar pajak di bawah ketentuan dilakukan pengelola Club 31 sejak tahun 2015.

    Sekretaris Dispenda Kota Bogor An An Andri Hikmat menuturkan, Club 31 tidak membayar pajak sesuai kewajiban sejak satu tahun terakhir. Pihaknya sudah menetapkan keharusan bayar sisa pajak berikut denda sesuai aturan.

    "Untuk denda itu 2 persen per bulan dengan batas maksimal 48 persen. Denda pajak hiburan tidak boleh lebih dari 48 persen," kata An And kepada INILAH, Kamis (29/12).

    An An menyatakan, pihaknya sudah memberikan peringatan kepada pengelola Club 31. Bahkan sudah memanggil pengelola ke kantor Dispenda untuk perbaikan data. Namun saat perbaikan tersebut, tidak ada perubahan signifikan untuk membayar pajak semestinya.

    "Kami sudah memberikan penghitungan pajak versi Dispenda Kota Bogor kepada pihak Club 31. Namun tidak direspons. Akhirnya kami memeriksa pajak setahun terakhir dengan jumlah yang sama. Club 31 ini sudah dipasangi tapping box, tetapi tutupnya malah dicabut," jelasnya.

    An An menuturkan, Club 31 bisa disegel dan ditutup operasionalnya kalau tidak membayar pajak selama beberapa waktu. Namun ancaman sanksi tersebut bias gugur kalau membayar tepat waktu dan sesuai ketentuan.

    “Denda pajak kemarin harus segera dibayar. Aturan sanksi ini sesuai perundang-undangan perpajakan KUP. Diatur juga jumlah nominal tidak bisa disebutkan karena bersifat rahasia. Kini Club 31 masih dalam pengawasan kami," tuturnya.
    An An menjelaskan, temuan di lapangan terdapat diskotik di Club 31. Namun pengelola hanya melaporkan tempat usaha karaoke sehingga hanya dikenakan penetapan pajak sebesar 30 persen. Padahal kalau diskotek dikenakan pajak sebesar 75 persen.

    "Kami tetapkan karaoke, tapi izin mereka akan diubah menjadi diakotik yang masih dalam proses. Dari awal izin diskotik tidak dikeluarkan sehingga tidak dijatuhkan ke pajak diskotik," jelasnya.

    Ia membeberkan, masalah kurang bayar pajak akan ditindak tegas. Selain Club 31, ada empat tempat hiburan yang juga melakukan hal sama.

    “Harus ada efek jera sehingga mereka rajin bayar pajak. Laporan pengelola tempat hiburan masuk ke Kepala Seksi (Kasi) Verifikasi, nanti setelah disinyalir kurang bayar dilaporkan ke Kepala Dinas (Kadis). Kasi Analisa yang menentukan tindakan kepada wajib pajak yang kurang bayar itu. Bisa dipanggil atau dianalisa," bebernya. (rizki mauludi/dey)



-->