• Dodo Suhendar Nakhoda Baru Dinkes Jabar

    Oleh : Ghiok Riswoto06 Februari 2017 12:01
    •  Share
    MEMBANGUN Paradigma hidup sehat warga Jawa Barat, peningkatan pelayanan kesehatan dan mendorong suksesnya pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional menjadi target nakhoda baru Dinas Kesehatan Jawa Barat, dr. H. Dodo Suhendar, MM.

    Menjawab tantangan berkaitan dengan pengelolaan kesehatan menjadi sebuah motivasi Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, dr. H. Dodo Suhendar, MM. Sebagai pejabat baru, Dodo menyadari butuh banyak sentuhan untuk bisa menjalankan amanat yang dipercayakan kepada dirinya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat. Namun dia mengaku optimistis bekal pengalaman sebagai doktor dan sempat melanglang buana serta menduduki jabatan di beberapa SKPD akan mampu menjadi sebuah kekuatan bagaimana menjalankan tugasnya.

    Dalam bincang-bincangnya bersama INILAH, Jumat (3/2) Dodo mengungkapkan, saat ini dirinya hanyalah sebagai dirigen yang dituntut mampu membuat sinkronisasi untuk dapat menampilkan sesuatu yang indah. Karenanya, pembenahan organisasi menjadi salah satu agenda utamanya dalam menghadapi tantangan di tahun 2017 ini.

    "Tugas saya hanya sebagai dirigen untuk bisa membuat instrumen satu dengan lainnya senada dan selaras. Sehingga akan menghasilkan sebuah suguhan musik yang indah. Artinya, sebagai kadis saya hanya dituntut bagaimana bisa memadukan semua kekuatan yang ada di dinas kesehatan Jawa Barat yang notabenenya sudah memiliki keahlian dan keunggulan masing-masing," ungkap pria yang sempat bercita-cita menjadi astronot ini.

    Dodo mengungkapkan, sebagai organisasi tak dipungkiri sebuah kesuksesan akan dipengaruhi beberapa faktor. Karenanya sebagai pejabat baru, dia pun sudah menyiapkan beberapa sentuhan untuk bisa mewujudkan visi Dinas Kesehatan Jawa Barat. "Organisasi kan selalu dipengaruhi daya kepemimpinan. Karenya saya menyikapi hal ini dengan mengajak seluruh unsur pimpinan di Dinkes Jabar untuk menjadi contoh kerja, memberikan motivasi, peningkatan SDM, membangun teamwork dan optimalisasi kemampuan masing-masing individu," paparnya.

    Hal lain yang juga tengah disiapkan lanjutnya adalah membangun sistem. Hal ini penting karena untuk berjalanannya organisasi kata Dodo, adalah terciptanya sistem kerja yang baik sesuai dengan tupoksi masing-masing bidang. Tak kalah penting lanjut Dodo, dia juga mengajak semua unsur di dinas kesehatan untuk selalu membangun nilai -nilai dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

    "Kita harus selalu berusaha untuk tetap mengedepankan nilai-nilai seperti nilai kemanfaatan, nilai ibadah, membangun pondasi keikhlasan serta bekerja dengan penuh tanggung jawab. Sehingga tentu akan menjadi benefit lain saat kita bekerja juga mendapatkan tambahan pahala. Hal inilah yang juga saya terus sampaikan kepada seluruh jajaran," tandasnya.

    Terkait dengan fokus garapan program Dinkes Jabar tahun 2017, Dodo mengungkapkan, selain akselerasi tiga pilar yakni membangun paradigma hidup sehat, pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan, penajabaran masing-masing program juga menjadi sangat penting khususnya berkaitan dengan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).

    Pasalnya menurut Dodo, dalam gerakan tersebut ada harapan besar bagaimana kemudian membangun penyadaran hidup sehat dari lingkup paling kecil sampai paling besar. "Sebut saja mulai dari batur sadapur yang berarti keluarga, kemudian batur sa sumur, kalau di desa ini diartikan beberapa rumah, batur salembur dan batur sa gubernur atau lingkup Jawa Barat. Kalai gerakan hidup sehat ini sukses dijalankan tentunya kita akan menjadi masyarakat yang sehat," ungkap alumni Fakultas Kedokteran UGM ini.

    Lebih lanjut mantan Asisten Daerah Dua Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bandung Barat ini menambahkan, saat ini selain konsolidasi dan pembenahan secara internal, pemetaan masalah dan perencanaan terkait kinerja Dinkes Jabar di tahun 2017, penjajakan dengan pihak eksternal juga menjadi prioritas. Pasalnya, tak sedikit dari tugas dan program Dinkes Jabar yang membutuhkan campur tangan pihak lain baik itu tokoh masyarakat, ulama, kader-kader organisasi seperti PKK, dan tentu saja media sebagai penyambung informasi.

    "Insya Allah dengan kolaborasi bersama semua pihak, maka target dan harapan kita untuk mewujudkan masyarakat Jabar yang sehat bisa kita laksanakan," tegas mantan Kadinkes KBB ini. (*)

    Pelesir, Pikir, dan Dzikir

    HIDUP Adalah perjalanan panjang yang patut disyukuri dalam kondisi apapun. Hal itulah yang selalu menjadi pegangan, Kepala dr. H. Dodo Suhendar MM, dalam menjalani keseharian. Selain terus berupaya menjadi manusia bermanfaat, sejak kecil Dodo mengaku selalu memelihara mimpi-mimpi dan cita-cita sebagai motivasi dalam menjalaninya.

    Dodo mencontohkan, sebagai motivasi saat duduk di bangku SMA dia sangat ingin menjadi astronot. Hal itupula yang selalu memberikannya motivasi belajar. Begitupun semasa kuliah, meski kemudian cita-citanya bergeser untuk mempunyai profesi yang bisa menolong orang hingga menjadi dokter, hal itu menjadi sebuah kekuatan bagi dirinya untuk selalu berusaha agar bisa mewujudkannya.

    "Saya bahkan sempat mengambil kuliah magister manajemen rumah sakit karena cita-cita bergeser lagi ingin menjadi direktur rumah sakit atau konsultan rumah sakit, meskipun akhirnya malah menjadi kepala dinas kesehatan. Pesannya tentu bukan pada itu tapi bagaimana kita harus selalu menjaga mimpi-mimpi sebagai motivasi," paparnya.

    Disinggung soal rahasia sukses dalam menjaga kesehatan dan motivasi diri, Dodo mengungkapkan, rasa malas, cape dan penat adalah hal wajar yang akan selalu dirasakan manusia. Namun tentu setiap orang harus mampu mengatasinya untuk dapat kembali menjalankan tugas sehari-hari dan mengejar mimpi.

    "Persoalan, penat, dan rasa cape pasti akan menghinggapi setiap manusia. Namun tentu kuncinya adalah bagaimana kita bisa menjadikan apapun sebagai momen untuk bersyukur. Termasuk perjalanan panjang hidup saya, sempat bertugas di Kalimantan, kemudian pindah ke Bandung dan sempat dipercaya menjadi Kadinkes di KBB, kemudian pindah ke BKKBN dan terakhir ditugaskan sebagai Asda juga di Kabupaten Bandung Barat. Ini tentu memberikan banyak pengalaman bagi diri saya secara pribadi," ujarnya.

    Selain syukur nikmat, penyuka lagu-lagu Broery Marantika ini mengaku, untuk menjaga kesehatan dan moodnya dalam melaksanakan tugas keseharian, ia pun memiliki resep jitu yakni solat dhuha. Dodi percaya melalui solat dhuha, kepenatan yang kerap melanda selalu memiliki solusi.
    Hal lain yang juga sering dilakukannya di saat penat adalah mendengarkan musik atau berlibur ke pantai.

    "Resep saya sederhana saja saat penat melanda. Selain solat dhuha, ada cara lain yakni mendengarkan musik dan pergi ke pantai. Saya memilih ke pantai karena saat berlibur di sana selalu ada tiga hal yang saya dapatkan yakni pelesir, pikir, dan dzikir. Di sana kita bisa menikmati keindahan alamnya, bisa menjadi tempat berpikir yang tenang, dan tentu saja berzikir memuji keagungan Allah SWT," tandasnya.

    Dodi menambahkan, dalam menyelesaikan persoalan termasuk tempat liburan pavorit tentu saja setiap orang berbeda selera. Namun bahwa kebutuhan akan liburan merupakan hak setiap manusia untuk bisa menghindari dari rasa lelah dan kepenatan. (ghi)

    Biodata
    dr. H. Dodo Suhendar

    Jabatan
    1. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat (Sekarang)
    2. Asda II Kabupaten Bandung Barat
    3. Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat 2007
    4. Kepala BKKBN Jabar




-->