• Kenny Dewi Kaniasari Nikmati Pekerjaan

    Oleh : Ghiok Riswoto06 Mei 2017 22:34
    BEKERJA Layaknya bertamasya menjadi jurus jitu Kadisbudpar Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari dalam menjalani rutinitas keseharian dan menikmati pekerjaan. Walhasil, meski kesibukannya sebagai pejabat publik dan ibu rumah tangga menyita banyak energi, Kenny tetap mampu menjaga kesehatan dan kebugarannya.

    Menjalani peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan pejabat publik, tentu bukan sesuatu yang mudah. Bukan hanya kewajiban terhadap keluarga yang harus mampu dijaga, juga tanggung jawab terhadap kedinasan yang notabenenya berkaitan dengan pelayanan terhadap masyarakat.

    Kondisi itupun dirasakan betul Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Kenny Dewi Kanisari. Terlebih kesibukannya sebagai kepala dinas tak jarang harus mengorbankan waktu bercengkrama bersama keluarga bahkan di hari-hari libur.

    Dalam bincang-bincang hangatnya bersama INILAH, Kenny mengungkapkan, menjalani peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan pekerja kantoran memang bukanlah sesuatu yang mudah. Karena bukan hanya asep secara fisik yang harus diperhatikan tapi juga pikiran. Namun, hal itu tentu kembali kepada bagaimana setiap orang menyikapinya.

    Menurut Kenny, dalam menjalani peran apapun, yang paling adalah bagaimana kemudian kita bisa mengelola semuanya dengan benar baik itu manajemen waktu maupun kedisplinan. Hal itulah yang selalu menjadi pegangannya dalam menjalani keseharian. Karenanya, sejak memutuskan menjadi seorang PNS, Kenny mengaku selalu berusaha menanamkan displin dan menerapkan manajemen waktu secara tepat. Artinya, sejak mulai bangun tidur dan menuntaskan kewajiban sebagai istri dan ibu hingga membereskan pekerjaan kantor, sebisa mungkin sudah dikelolannya secara matang. Sehingga, sejauh ini Kenny mengaku bisa menempatkan peran sebagai ibu rumah tangga dan pegawai pemerintahan secara adil.

    "Saya biasa menerapkan segala sesuatunya secara terencana. Jadi kapan saya harus bangun, menyiapkan diri sampai kemudian berangkat ke kantor, saya selalu berusaha menyesuaikannya. Sehingga kewajiban sebagai istri juga Insya Allah terpenuhi begitupun dengan pekerjaan sebagai pegawai pemerintah. Kalau ada salah satu saja yang mundur misalnya saya harus menerima telpon beberapa menit, itu pasti akan berdampak juga terhadap jadwal lainnya. Tapi sejauh ini Insya Allah semuanya berjalan baik. Terlebih memang keluarga juga memahami dengan segala kondisinya," ungkap wanita kelahiran Bandung 4 Juni 1969, Jumat (5/5).

    Disinggung soal resep mengatasi kepenatan dari rutinitas, lulusan S2 Macquarie University, Sydney ini mengungkapkan, menikmati pekerjaan menjadi sebuah kunci sukses untuk melepaskan diri dari kepenatan. Menurut Kenny, pekerjaannya saat ini tak ubahnya menikmati sebuah liburan. Terlebih sejak dipercaya menjadi pejabat pertama yang duduk sebagai Kepala Disbudpar dari hasil lelang jabatan, Kenny mengaku tak ubahnya bekerja rasa tamasya. Karena hampir semua pekerjaannya tak jauh dari urusan pariwisata.

    "Buat saya bekerja itu harus dinikmati sehingga bekerja bisa dirasakan seperti liburan. Apalagi memang saya lebih banyak di luar ketemu dengan para pelaku pariwisata, mengunjungi tempat-tempat wisata, dan menghadiri acara pun kebanyakan bernuansa wisata. Tak jarang momen itu juga saya manfaatkan dengan mengajak serta keluarga menghadiri kegiatan-kegiatan yang digelar di luar waktu kantor yang bernuansa kegiatan pariwisata," imbuh lulusan Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung ini.

    Kenny yang mengaku sudah begitu akrab dengan dunia promosi pariwisata ini berharap, amanah yang dipercayakan kepadanya bisa dijalani dengan sepenuh hari. Sehingga hasilnya akan benar-benar bisa membawa dampak baik bagi dunia pariwisata di Kota Bandung.

    "Saya merasa inilah passion saya. Mudah-mudahan bekal-bekal yang saya punya ini bisa dioptimalkan. Mohon doanya saja karena tahun ini dan tahun-tahun mendatang ada begitu banyak hal yang akan dilakukan Disbudpar Kota Bandung dalam mengangkat potensi wisata. Karena kita menyadari tidak memiliki sumber wisata alam, maka tentu kebudayaan dan ekonomi kreatif yang akan kita kembangkan untuk menjadi unggulan," tandasnya.

    Syukur Nikmat dan Hidup Bermanfaat

    JERNIHKAN Hati dan Pikiran, maka Insya Allah mendapat kemuliaan. Kalimat tersebut menjadi sebuah energi positif bagi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari dalam menjalani kehidupan. Sebagai manusia, Kenny merasa begitu banyak limpahan nikmat yang telah diterimanya. Hal itu tak jarang menjadikan rasa ketakutannya muncul bagaimana kemudian dia mempertanggung jawabkan semuanya di hadapan Sang Pencipta kelak.

    Kalimat-kalimat tersebut mengalir dari sosok Kenny saat berbincang akrab bersama INILAH di ruang kerjanya, Jumat (5/5). Menghabiskan waktu hampir 22 tahun menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga akhirnya menjadi seorang kepala dinas, tak dipungkiri menjadi sebuah kebanggaan yang tak bisa dilukiskan.

    Terlebih, dengan syariat menjadi PNS, Allah Yang Maha Memberi pun kemudian mengambulkan impiannya untuk bisa meneruskan pendidikan S2 di Macquarie University, Sydney. Keinginan yang memang sudah dirasakannya sejak duduk di bangku sekolah SMA Negeri 5 Kota Bandung hingga duduk dibangku kuliah tepatnya di Universitas Parahyangan Kota Bandung.

    Karena alasan keinginan kuliah di Sydney itupula, Kenny rela meninggalkan pekerjaannya sebagai staff diploma di Kedutaan Indonesia dan memutuskan diri menjadi PNS. Pasalnya kala itu, untuk bisa mendapatkan bea siswa sekolah di Macquarie University, Sydney harus berstatus sebagai PNS.

    "Allah itu sudah begitu banyak memberikan kenikmatan. Hingga keinginan untuk mendapat bea siswa kuliah S2 di Australia pun kemudian dikabulkan. Saya diberikan karier, kebahagiaan dibesarkan di tengah-tengah keluarga yang begitu banyak mengajarkan kedisplinan, pendidikan dan pikiran-pikiran yang membentuk karakter saya menjadi pribadi bertanggung jawab. Kenikmatan-kenikmatan itulah yang kadang menjadikan saya takut menjadi orang yang kufur terhadap nikmat Allah itu," ungkapnya.

    Menurut Kenny, sebagai bentuk syukur nikmat atas berbagai limpahan anugerah, selain terus berusaha memperbaiki diri berusaha mendekatkan diri kepada Illahi, dirinya juga berharap hidupnya ke depan akan terus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat dan amanah terhadap pekerjaan. "Saat ini saya hanya berharap bisa terus menjadi manusia bermanfaat, amanah terhadap jabatan, terus berbenah diri dan menyiapkan bekal untuk akherat. Semoga perlahan-lahan saya bisa terus belajar hidup dalam keimanan," paparnya.

    Kenny menambahkan, sebagai manusia tak dipungkiri kesalahan-kesalahan akan selalu menyertai kehidupan. Namun, menjalani hari-hari ke depan upaya menjaga hari dan membersihkan diri menjadi satu tekad yang ingin terus dilakukannya. Karena itulah sejatinya tanggung jawab seorang muslimah dalam menjalani kehidupan di dunia.

    "Saya percaya jika semuanya dilakukan dengan keihklasan dan landasan ibadah, maka pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari juga akan memiliki nilai ibadah. Semoga itulah yang akan membantu kita sebagai bekal di akhirat kelak," pungkasnya. (ghi)