• Memupuk Semangat, Menebar Manfaat

    Oleh : Admin Inilahkoran13 Mei 2017 12:02
    Memupuk Semangat, Menebar Manfaat

    JENUH dan lelah merupakan sifat dasar manusia dalam menjalani rutinitas harian. Hal itu juga dirasakan pria yang hampir 6 tahun menjadi Ajudan dan Sekpri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Ade Sukalsah. Namun, untuk tetap menjaga motivasi dan semangatnya dalam menjalani tugas keseharian, Ade memiliki tips jitu.

    Menurutnya, selain memupuk semangat dengan terus belajar banyak hal, ia juga senantiasa menjadikan keluarga dan pekerjaan sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Sehingga, rasa lelah pun mampu dikelolanya dengan motivasi mempelajari banyak hal dalam menjalani pekerjaan. Terlebih dukungan keluarga khususnya istri dan anak-anaknya yang juga luar biasa besar, memberikan kekuatan lebih bagi dirinya dalam menjalani rutinitas harian.

    "Lelah itu manusiawi, karena kita manusia biasa. Tapi, Alhamdulillah, sejauh ini saya masih bisa mengelola semangat dan motivas dalam kerja. Caranya, selalu ingin belajar saja. Di manapun. Banyak hal yang tidak kita tahu dalam hidup ini kan. Dunia ini luas. Masih banyak rahasia semeseta dari Sang Pencipta, yang belum kita ketahui," ujarnya.

    Hal lain yang juga menjadi penyemangat menurut Ade adalah hak keluarga dan kerjaan yang jadi satu kesatuan. Ade menegaskan, semangat bekerja lahir karena dukungan keluarga terhadapnya agar senantias menjalankan pekerjaan sebaik mungkin. "Saya selalu mendapat dukungan dari keluarga untuk selalu menunaikan pekerjaan sebaik mungkin. Maka, keduanya bisa berjalan bersamaan. Alhamdulillah, dengan dukungan keluarga, istri, dan anak lah saya sampai di titik ini, sampai sekarang ini," paparnya.

    Lebih lanjut Ade menambahkan, motivasi lain yang juga selalu menambah energi adalah keinginan menjadi manusia bermanfaat. Menurutnya, sebagai pribadi dan sebagai abdi masyarakat, salah satu bentuk memaknai hidup adalah keinginan untuk menjadi manusia bermanfaat. Ade yakin betul, perbuatan sederhana atau sekecil apapun jika itu membawa manfaat maka harus dilakukan. Karena kedudukan perbuatan baik dan memiliki nilai manfaat akan tetap tinggi di mata Allah.

    "Membawa kebahagiaan bagi orang lain, memberikan manfaat bagi orang lain itu tidak harus menunggu kita diberi peran yang tinggi. Ketika kita hanya menjadi staf atau apapun kesempatan untuk memberi kemanfaatan akan selalu terbuka. Itulah hal yang juga menjadi pegangan saya dalam menjalani kehidupan," ujarnya.

    Di momen-momen tertentu lanjutnya, sebagai bentuk syukur nikmat tak lupa juga ia bersama keluarga berusaha menghilangkan kejenuhan dengan menikmati alam dan kuliner-kuliner lokal yang menurutnya sangat luar biasa. Momen-momen itupula yang juga mampu menjaga Ade Sukalsah tetap menikmati hari-hari dalam padatnya pekerjaan dengan suasana suka cita. (ghi)



    Jaga Integritas

    PRIBADI Sederhana dan memiliki integritas menjadi ciri yang begitu kuat melekat pada sosok Kepala Bagian Publikasi dan Peliputan Pemprov Jabar, Ade Sukalsah. Kendati, sempat menduduki sejumlah jabatan strategis, image sebagai pribadi sederhana dan berintegritas terus kuat melekat.


    Lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga yang begitu kuat memegang teguh nilai-nilai kehidupan, membawa sosok Ade Sukalsah tumbuh sebagai pribadi yang kuat dalam menjaga norma-norma. Selain sosoknya yang penuh kesederhanaan, pria yang kini menjabat sebagai Kepala Bagian Publikasi dan Peliputan Pemprov Jabar juga dikenal sebagai pribadi yang begitu kuat menjaga integritas.

    Bagi Ade, integritas merupakan sesuatu yang harus terus dijaga dan dipertahankan di manapun dan profesi apapun yang dijalani. Karena pada hakekatnya, integritas itulah yang bisa menjadi kebanggaan bagi seseorang dalam mengarungi kehidupan.

    Menurutnya, seseorang yang mampu menjaga integritasnya akan bisa merasakan manfaatnya minimal untuk diri sendiri. Begitupun saat yang bersangkutan mendapat amanah berupa posisi atau jabatan tertentu, integritas itu yang bisa diterapkan untuk membangun sebuah tim yang memiliki integritas. Termasuk dalam lingkup pemerintahan, agar menjadi pemerintahan yang memiliki integritas. Karena itulah jabatan atau posisi apapun, seharusnya tidak menjadikan seseorang harus kehilangan integritasnya.

    Dalam bincang-bincangnya bersama INILAH, Jumat (12/5) Ade yang juga sempat menjabat sebagai Kabag Humas Pemprov Jabar ini mengungkapkan, dalam menjalani kehidupan baik sebagai pribadi maupun dalam tugas keseharian sebagai pelayan masyarakat, ada dua hal yang selalu menjadi pegangannya. Yaitu agama sebagai pijakan dan pondasi dalam melangkah dan menapaki kehidupan serta integritas.

    "Ini prinsip bagi saya yang Insya Allah akan terus dijaga. Sebagai muslim, mengingat Allah dalam setiap saat juga akan memberi kekutan diri agar bisa menjadi pribadi yang bisa menjaga integritas," ungkap pria kelahiran, Bandung, 29 Juli 1980 ini.

    Menjadi sosok yang senantias berusaha menjaga nilai-nilai agama dan integritas dalam menjalani pekerjaan khususnya dalam bidang pemerintahan, memang tidak begitu saja bisa diterapkan Ade Sukalsah. Selain bekal pendidikan sebagai sarjana di STPDN yang begitu kuat menerapkan displin dan ketegasan, bekal lainnya adalah pesan dan pendidikan keluarga yang ditanamkan kepadanya, agar selalu menjadi pribadi yang selalu berpegang teguh memegang norma-norma agama, kedisplinan, dan kesederhanaan.

    Menurutnya, ada banyak pesan orang tuanya yang akan selalu diingatnya, khususnya ajaran tentang kesederhaan dan nilai-nilai agama. Pesan itulah yang juga selalu menjaganya untuk tidak menjadi pribadi yang angkuh dan sombong dalam memegang amanah atau jabatan.

    Apalagi dalam pandangan Ade, jabatan dalam kerja sebagai pelayan masyarakat di pemerintahan, tidak lebih dari amanah. Karena alasan itulah, ia mengaku tak pernah sedikitpun meminta atau berharap sebuah jabatan. Sehingga, dalam setiap geraknya yang ia jalankan hanyalah menunaikan amanah, menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya menurut bidang kerja.

    "Jabatan itu tak ubahnya amanah. Jika amanah itu dikerjakan maksimal, maka Insya Allah, bisa menjadi jawaban bagi kebutuhan pimpinan, lembaga tempat bernaung, dalam melayani kebutuhan masyarakat. Sebaliknya, jika tidak amanah, maka bisa menimbulkan kerugian banyak pihak. Pimpinan, dalam hal ini Gubernur kita, Pak Ahmad Heryawan, dan tentu masyarakat," ungkapnya.

    Lebih lanjut, suami Danty Efrilani ini menambahkan, hal lain yang juga penting untuk selalu dipegang teguh dalam mengemban amanah adalah agama. Sebagai seorang seorang muslim, Ade mengaku senantiasa mengingat Allah Subhanawata’ala. Menurutnya hal ini diharapkan menjadi benteng kuat yang akan menjaganya dalam menjalani amanah tersebut.

    Ade menambahkan, ajaran lain yang juga hingga kini senantiasa dijaganya adalah tetap hidup dalam kesederhanaan. Hal ini menurutnya memiliki makna yang luas. Bukan hanya sederhana dalam makna yang sesungguhnya, tapi juga memaknai kesederhanaan terkait peran. Maksudnya, sebesar apapun peran dalam pekerjaan yang sedang dijalani, prinsip sederhana itu bisa menentramkan hati dan pikiran. "Insya Allah, pesan ini akan terus disimpan dan dijalankan. Saya hanya berharap semoga Allah SWT, selalu memberi kekutan kepada saya agar tetap menjadi pribadi yang kuat memegang teguh agama, memegang kuat integritas dan tetap dalam kesederhanaan," pungkasnya. (ghi)

    Identitas diri
    Nama : ADE SUKALSAH
    Tempat Tanggal Lahir : Bandung, 29 Juli 1980

    Riwayat Pekerjaan
    Ajudan Wakil Gubernur Jawa Barat 2006-2008
    Ajudan Gubernur Jawa Barat 2008-2010
    Sekpri Gubernur Jawa Barat 2010-2012
    Kepala Sub Bagian Tata Usaha 2012-2014
    Kepala Sub Bagian Sanditel 2014-2016
    Kepala Bagian Humas 2016-2017
    Kepala Bagian Publikasi dan Peliputan 2017- sekarang

    Riwayat Pendidikan
    SD Bandung, lulus 1993
    SMP Garut, Lulus 1996
    SMA Garut, lulus 1999
    Sarjana Pemerintahan STPDN Sumedang, lulus 2004
    Magister Administrasi STIA LAN Bandung, Proses

    Istri Danty Efrilani
    Putra : Muhammad Yusran Fadhillah 10 tahun
    Azkia Dzatir Rajwa 7 tahun