• Peringatan KAA akan Kembali Digelar Secara Meriah

    Oleh : Toriza12 Mei 2017 12:50
    Masih ingat dengan euforia peringatan KAA ke-60 di Kota Bandung 2 tahun silam?. Euforia itu akan kembali terjadi di Jalan Asia Afrika Kota Bandung karena peringatan KAA ke-62 akan kembali dilaksanakan di Kota Bandung pada 13 Mei 2017 mendatang.

    Peringatan KAA ke-62 akan berbeda dari peringatan KAA 2 tahun silam. Selain kepala negara dari negara-negara Asia Afrika yang akan hadir sebagai tamu-tamu kehormatan mancanegara, Bandung juga akan kedatangan pemimpin-pemimpin keraton se-Indonesia yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Se-Nusantara untuk melaksanakan kegiatan musyawarah agung keraton 2017.

    “Semangat dan jiwa dasasila Bandung demi mewartakan nilai dan pesan kebaikan”, inilah yang akan menjadi poin penting yang dihadirkan pada peringatan Konfrensi Asia Afrika ke-62 di Kota Bandung.

    Konferensi Tingkat Tinggi Asia"Afrika (disingkat KTT Asia Afrika atau KAA, kadang juga disebut Konferensi Bandung) merupakan konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan.

    KAA diselenggarakan oleh Indonesia, Myanmar (dahulu Burma), Sri Lanka (dahulu Ceylon), India dan Pakistan dan dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Sunario.

    Pertemuan ini berlangsung antara 18 April-24 April 1955, di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia dengan tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya.

    Berangkat dari sejarah inilah KAA kembali digelar di Kota Bandung untuk mempromosikan dan memperkuat citra Bandung sebagai ibu kota Asia Afrika. Kemudian mengulang janji Dasa Sila Bandung, mewartakan nilai-nilai baik kota Bandung ke seluruh dunia, meninggalkan jejak yang bermanfaat bagi kota Bandung dan yang paling penting adalah membangun dan memperkuat jejaring asia afrika.

    Tema yang akan diangkat dalam perigatan KAA ke-62 kali adalah “Celebrating Culture, Celebrating Differences”. Di mana tujuannya adalah mengumumkan bahwa perbedaan budaya maupun adat istiadat tidaklah menjadi hal yang sangat penting untuk di perdebatkan, justru sebaliknya, hal tersebut haruslah menjadikan kita bersatu sehingga keberagaman ini akan menjadi sesuatu hal justru akan mempererat hubungan antar negara.

    Asian African Carnival 2017 akan menyuguhkan perhelatan pawai budaya atau parade Asia Afrika pada Sabtu,13 Mei 2017 pada pukul 11.00 s/d 17.00 di Jalan Asia Afrika.

    Para pesertanya dari delegasi negara-negara Asia Afrika seperti Korea Selatan, India, Hamamatsu, Bangladesh, Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, China, Vietnam, Filipina dan juga akan ada Negara " Negara diluar Asia Afrika diantara nya: Spanyol, Turki, Zimbabwe, Congo, Inggris, Yunani, Mesir, Italia, Finlandia, Australia, Afganistan, Chile, Nigeria, Iran, Amerika.

    Kemeriahan parade berlanjut dengan hadirnya beberapa kerajaan dan kesultanan se-nusantara di antaranya: Kerajaan Gowa Sulawesi Selatan, Kesultanan Bulungan Kalimantan Utara, Kesultanan Kasepuhan Cirebon, dan Kesultanan Buton Sulawesi Tenggara. Mereka akan mengikuti parade ini dengan pakaian khas masing-masing negara dan daerah.

    Selain para tamu mancanegara, tamu undangan penting yang akan hadir di antaranya Menteri Pariwisata RI, Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Duta Besar Kenegaraan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai tuan rumah.

    Rute pawai akan dimulai dari perempatan Tamblong " Asia Afrika dan berakhir di Jl Cikapundung Barat. Pawai akan dilakukan sambil berjalan dan akan dimulai dengan atraksi Marching Band dari SECAPA AD dan disusul oleh pasukan berkuda Kavaleri Bandung.

    Acara akan ditutup dengan kegiatan “Dasa Sila Bandung Rendezvous” yang akan dilaksanakan di balai Kota Bandung pada pukul 18.00 s/d Selesai dengan menghadirkan artis nasional Raisa yang didatangkan khusus untuk menghibur para para pengunjung Balai Kota Bandung.

    Kegiatan diharapkan akan menjadi pemersatu bangsa-bangsa khususnya Asia Afrika untuk mengatasi masalah ekonomi, sosial, pendidikan dan budaya serta memperbesar peranan Asia Afrika di dunia internasional dan perdamaian internasional. (mbe*)