• 7 Taman di Purwakarta Ini Siap Manjakan Wisatawan

    Oleh : Asep Mulyana15 Juli 2017 12:55
    INILAH, Purwakarta - Lain dulu lain sekarang. Begitulah Kabupaten Purwakarta. Di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi, wilayah kecil itu menjadi lokasi yang kental dengan karakter seni bernilai wisata.

    Taman-taman penghias kota hasil rancangan Dedi Mulyadi, tersebar di mana-mana. Jumlahnya mencapai puluhan. Tujuh di antaranya, bisa digunakan untuk berwisata.

    “Selain upaya mempercantik kota, kami membuat taman ini supaya masyarakat memilik tempat untuk bercengkrama bersama keluarga,” ujar Dedi beberapa waktu lalu.

    Tujuh taman itu masing-masing Taman Sri Baduga yang terkenal dengan Air Mancur terbesar se-Asia Tenggara itu. Kemudian, Taman Citra Resmi dan Taman Surawisesa. Lokasinya masih satu kompleks dengan Sri Baduga yakni sekitar Jalan KK Singawinata (Situ Buleud).

    Selain taman di sekitar area Situ Buleud, Dedi membangun taman besar di sekitar Jalan Ganda Negara, Lokasi persisnya di kompleks perkantoran Setda Purwakarta. Di sana, ada tiga taman masing-masing Pancawarna, Maya Datar dan Pasanggarahan Padjadjaran.

    Apa alasan Dedi membangun taman di perkantoran pemerintahan tersebut? Ya, dia ingin, masyarakat khususnya warga Purwakarta, bisa menikmati wisata murah meriah tanpa harus keluar daerah.

    Sebab, tak bisa dimungkiri, masyarakat perkotaan cenderung membutuhkan tempat-tempat relaksasi dan berkumpul dengan keluarga. Maka, Dedi pun sengaja mempercantik lokasi-lokasi tersebut supaya lebih menarik lagi.

    “Meskipun berada di areal perkantoran pemkab, taman ini boleh dikunjungi. Apalagi, kami sudah menambah fasilitas-fasilitas lainnya. Seperti kursi, dan Wifi,” jelas dia.

    Selain Taman Pancawarna, persis di depannya ada sebuah taman bunga dengan pendopo besar di dalamnya. Taman Maya Datar sebutannya.

    Persis di belakang pendopo Taman Maya Datar, Dedi pun membuat taman bunga yang dihiasi air mancur indah. Dulunya, lokasi itu merupakan Alun-alun. Setelah ditata sedemikian rupa tanpa menghilangkan keasliannya, kini lokasi tersebut diberi nama Taman Pesanggrahan Padjadjaran.

    “Ini mah hasil ide saya saja. Saya sering membayangkan, sepertinya ini bagus kalau ada kolam, kalau ada jembatan yang diiringi gemericik air, bunga-bunga ditanam dengan gradasi warna yang menyejukan mata, itu saja sih,” seloroh dia.[gin]