• HFN Harus Dinikmati Semua Lapisan Masyarakat

    Oleh : Daulat Fajar Yanuar18 Maret 2018 16:16
    fotografer: Daulat Fajar Yanuar
    INILAH, Jakarta - Pusat Pengembangan Film Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusbangfilm Kemendikbud) mengajak masyarakat untuk serentak menonton film Indonesia yang ditayangkan di bioskop pada 30 Maret 2018 nanti sekaligus merayakan Hari Film Nasional (HFN) ke-68.

    Ketua Pusbangfilm Maman Wijaya mengatakan, pihaknya ingin agar perayaan HFN sama seperti perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia atau Hari Maulid Nabi Muhammad SAW yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

    "Makanya kami sebisa mungkin berkolaborasi dengan masyarakat. Tidak ada klaim sepihak jika HFN hanya milik segelintir kelompok saja," kata Maman di Jakarta, Minggu (18/3).

    Maman melanjutkan, untuk mengajak semua lapisan masyarakat lebih mencintai film-film Indonesia, Pusbangfilm menyediakan 116 mobil bioskop berjalan yang disebar di beberapa daerah pelosok dan puluhan studio di sekolah-sekolah.

    Kecintaan dan apresiasi masyarakat Indonesia terhadap film-film karya anak bangsa sangat penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri, motivasi, dan kreativitas para sineas Indonesia dengan harapan ke depan bukan hanya gemilang di rumah sendiri tetapi mampu menggetarkan dunia.

    "Saat ini jumlah masyarakat yang menonton film Indonesia semakin meningkat. Artinya, ini akan tunbuh bersama dengan meningkatnya film hasil karya anak bangsa di setiap tahunnya," terang Maman.

    Sementara Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) '56 Marcella Zalianty mengatakan, salah satu cara yang dapat pemerintah lakukan agar seluruh lapisan masyarakat semakin mencintai film-film Indonesia yaitu dengan mendirikan bioskop-bioskop yang lebih terjangkau.

    Dia menilai bioskop-bioskop yang hadir saat ini terlalu mahal untuk dijangkau masyarakat yang memiliki penghasilan pas-pasan sesuai Upah Minimum Regional (UMR). Diharapkan dengan hadirnya bioskop yang didukung pemerintah minat mereka untuk menonton film karya anak bangsa jadi semakin besar.

    "Untuk meningkatkan minat menonton masyarakat juga dibutuhkan sinergitas bukan hanya dari segi regulasi saja tetapi juga dari segi pendidikan untuk menumbuhkan kreativitas," ujarnya.

    Senada dengan Marcella, aktris senior Niniel L. Karim mengatakan keberadaan bioskop yang didukung pemerintah selain bukan untuk mengurangi hegemoni gurita perusahaan bioskop komersil saat ini tetapi lebih kepada wadah dan apresiasi terhadap karya-karya sineas muda yang baru memulai karirnya di dunia film.

    "Saya sebagai 'emak' bagi mereka merasa kasihan jika karya mereka tidak ada yang mau menampung. Dimasukkan ke bioskop dibilang tidak lalu, tidak mengapa sih kalau bioskop hitungannya bisnis. Tapi harus ada yang mau menampung karya mereka," jelas Niniel.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT