• Headline

    Di Tangan Enon, Drum Bekas Jadi Tempat Pembakaran Sampah

    Oleh : erika16 Juli 2018 15:06
    fotografer: INILAH/Erika Lia
    Seorang pekerja mencoba membakar sampah dalam TOS hasil kreasi Suhanan.
    INILAH, Cirebon - Prihatin dengan masih banyaknya sampah yang tak mudah terurai dalam waktu singkat, seorang pencinta lingkungan Desa Cangkoak, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, berkreasi membuat tempat pembakaran sampah sederhana.

    Enon, begitu dia akrab disapa, membuat Tempat Obong Sampah atau disingkat TOS yang terbuat dari drum. Obong dalam bahasa Jawa Cirebon berarti bakar.

    "Saya banyak menemui sampah yang tak bisa diurai, terutama plastik, entah itu di jalan raya, kebun, sungai, dan lainnya. Dengan TOS, saya berharap bisa meminimalisir dampak dari sampah yang tak bisa diurai itu," kata pria bernama lengkap Suhanan ini.

    Enon yang juga menjalankan bisnis Tong-tong Enon berupa pembuatan mebel dari drum bekas ini mengakui, TOS yang dibuatnya belumlah sempurna. Namun begitu, sejauh ini TOS sudah dapat digunakan, setidaknya olehnya pribadi, untuk membakar sampah rumah tangga.

    Dia menyebutkan, TOS sederhana ini berkapasitas 50-60 kg. Dia menyarankan, pembakaran sampah sebaiknya dilakukan pada sore menjelang malam dan tak harus setiap hari.

    "Kalau dirasa sudah penuh, cukup dibakar dari lubang tungku yang sudah disediakan di bagian bawah," ujarnya.

    Untuk sebuah TOS, Enon menjualnya seharga Rp700ribu-Rp800 ribu. Dia berharap, masyarakat luas dapat memanfaatkannya sehingga sampah rumah tangga tak lagi dibuang ke sembarang tempat.

    "Tidak perlu dibuang ke kebun, apalagi sungai dan jalanan. Cukup dimasukkan ke dalam tempat pembakaran dan sampah aman karena tak berserakan," kata ayah beranak tiga ini.

    Dia menyebutkan, secara keseluruhan, TOS memiliki tiga ruang. Ruang di bagian bawah drum berfungsi untuk menampung abu pembakaran, ruang tengah/kedua yang dilapisi alumunium berfungsi sebagai penampung sampah, sedangkan ruang paling atas untuk menahan suhu panas agar tak langsung keluar melalui cerobong asap yang juga berfungsi menstabilkan suhu panas.

    Selain sampah kering, TOS juga dapat digunakan untuk membakar sampah basah, seperti dedaunan basah ataupun bekas popok bayi. Menurutnya, mengingat hawa panas dalam TOS stabil, sampah yang berada di dalam pun akan kering dan kemudian mudah terbakar.

    Sampah yang tersimpan dalam TOS, imbuhnya, dapat dibakar dengan cara cukup mudah, salah satunya menggunakan kertas dan oli bekas. Secara fisik, tempat pembakaran sampah ini pun tak memakan banyak tempat.

    "Jadi, bagi rumah, kantor, atau sekolah, yang tak memiliki halaman luas, tetap bisa memanfaatkan TOS," katanya.

    Enon mengklaim, daya kerja bisa mencapai sekitar tiga tahun. Selain dirinya, masyarkat luas pun sesungguhnya dapat membuat alat bakar sederhana ini mengingat bahan bakunya yang tergolong mudah diperoleh. Selain drum bekas, peralatan lain berupa alumunium, pipa, dan alat las, untuk merangkainya.

    Menurutnya, bila masyarakat atau perkantoran dan lingkungan sekolah memanfaatkan alat ini, sampah tak akan banyak berakhir di tempat pembuangan sampah sehingga dapat menekan biaya. TOS pun bisa menjadi alternatif dalam pengelolaan sampah di tingkat desa. [gin]

    TAG :


    Berita TERKAIT