• Si Rubah yang Punya Dua Wajah

    Oleh : Budi Syafaat20 Oktober 2016 02:45
    •  Share
    •  Tweet
    PENAMPILAN Leicester City di panggung Liga Champions terbilang apik. Itu, berbeda jauh dengan apa yang mereka tunjukkan kala bertarung di pentas domestik.

    Claudio Ranieri bahkan merasa sangat bangga dengan apa yang telah diraih timnya kala bertarung di pentas Eropa. Tapi, kalau teringat Premier League, Ranieri sangat marah.

    Sebagai tim debutan, Leicester membuat start sempurna di Liga Champions. The Foxes selalu menang pada tiga laga pertamanya di fase grup dan tak pernah kebobolan.

    Di matchday 3, Leicester mengalahkan Copenhagen 1-0 lewat gol tunggal Riyad Mahrez, Rabu (19/10) dinihari WIB.

    Kemenangan tersebut memantapkan posisi mereka di puncak klasemen Grup G dengan sembilan poin, di atas Copenhagen dan Porto yang masing-masing mengumpulkan empat poin dan Club Brugge yang punya poin nol.

    Sejauh ini baru Leicester yang meraih hasil sempurna di fase grup Liga Champions musim ini, dengan tiga tim lain berpeluang menyamai usai menjalani laga ketiganya pada Kamis (20/10) dinihari WIB.

    "Premier League adalah prioritas kami, tapi tentu saja juga Liga Champions karena dalam satu bulan, tiga pertandingan, dan kami bisa lolos atau tersingkir," ujar Ranieri di Soccerway.

    "Kami berada dalam posisi bagus, takdir kami di tangan kami sendiri. Kami ingin terus begini," tambahnya.

    Pencapaian Leicester di Liga Champions sangat berbeda dengan di Premier League, di mana mereka berstatus juara bertahan.

    Leicester terseok-seok dan sudah kalah empat kali dalam delapan pertandingan. Di papan klasemen Premier League, mereka lebih dekat ke zona degradasi daripada ke puncak klasemen. "Di satu sisi saya sangat bangga, tapi di sisi lain ketika memikirkan soal Premier League, saya sangat, sangat marah," ucap Ranieri.

    "Tapi, okelah karena dalam karier saya ini terjadi ketika untuk pertama kalinya Anda bermain di kompetisi besar, Anda kehilangan sesuatu ketika kembali ke liga Anda," lanjutnya. "Itu wajar, tapi kami ingin mengubahnya," kata manajer asal Italia itu.

    Leicester akan menjamu Crystal Palace dalam lanjutan Premier League, Sabtu (22/10) mendatang. (bsf)