• Indonesia Jadi Tuan Rumah Turnamen Karate 13 Negara

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri15 Desember 2017 18:19
    fotografer: Asep Pupu Saeful Bahri
    INILAH, Bandung - Indonesia akhirnya mendapat kesempatan dalam turnamen karate bertaraf internaional. Tercatat 13 negara berpartisipasi dalam event Indonesia Karate Shoto yang digelar di gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ‎Bandung, Jalan Tamansari, mulai 15 - 17 Desember 2017 ini.

    Ketua panitia Indonesia Karate Shoto, Adhanie Anggoro‎ menyatakan bahwa Indonesia salah satu negara yang memiliki aliran karate yang lengkap. Sekalipun olahraga berbasis beladiri ini merupakan asli dari Jepang.

    Adhanie menuturkan, setelah digagas pertamakali di Jepang, turnamen aliran Shotokan ini kemudian menggelar event kedua di Vietnam, sebelum akhirnya singgah di Indonesia.‎ Di kejuaraan sebelumnya, tim Tanah Air berhasil menjadi runner up.

    ‎"Indonesia karate shoto, itu kan salah satu aliran karate, jadi kita berafiliasi ke Jepang. Setiap negara alirannya berbeda, kebetulan indonesia lengkap‎, di Vietnam tim Indonesia juara kedua,"‎ kata Adhanie di Gedung Sabuga, Jalan Tamansari, Bandung, Jumat (15/12/2017).

    Dituturkan Adhanie, dari kejuaraan ini setiap negara mengirimkan tim terbaiknya, tanpa terkecuali bagi Indonesia. Tim tuan rumah notabene menurunkan atlet binan Institut Karate Do Nasional (Inkanas).

    "Turnamen diikuti 13 negara, termasuk Indonesia, untuk Indonesia tuan rumah diwakili Inkanas. Karena Inkanas pencetak juara nasional dan tim nasional dan otomatis dari Indonesia tim terbaik yang bertanding," tegasnya.

    Bahkan, lanjut Adhanie, negara asal karate itu sendiri, yakni Jepang sampai menurunkan kontingan di jajaran tiga teratas level nasional. Begitupun dengan kontestan lain yang berasal dari Asia dan Australia.

    "Untuk Jepang juga tim nasional dia peringkat satu, dua, dan tiga, Iran juga kirimkan, sisanya negara yang berafiliasi shotokan itu, Vietnam, Brunai, Nepal, Australia, India, Malaysia, Singapura, Filipina," ulasnya.

    Adhanie menuturkan bahwa atlet yang berlaga di Indonesia Karate‎ Shoto tidaklah sembarangan. Sebelum mengikuti event ini, atlet tersebut minimal merupakan juara di sebuah turnamen karate di level nasional di negaranya masing-masing. Dari 13 negara tersebut terkumpul lebih dari 500 peserta.

    "Jumlah peserta kita batasi, biar kehilatan ekskulif, salah satu pesertanya harus melampirkan piagam penghargaan di event manapun juara nasional," jelasnya. Yang ikut 500 peserta dan 600 lebih kelas. Ada kelas youth di bawah 10 tahun, children di bawah 14, kadet 14-16, junior 17-18, dan senior di atas 18 tahun,‎ kategori kata dan komite,‎" bebernya.

    ‎Selain turnamen, di penutup event pada Minggu (17/12), akan diadakan seminar dengan narasumber guru dari Jepang.‎ "Hari terakhir ada seminar, orang nomor satu guru besar shoto kan dari Jepang, namanya Masao Kazawa," Adhanie memungkasi.[jek]

    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT