• Headline

    Salat Tobat itu 2/4 Rakaat? Adakah Ayat Khusus?

    Oleh : redaksi08 Januari 2018 05:00

    ADA beberapa ketentuan dalam mengerjakan Salat Tobat, antara lain:

    1. Dua atau Empat Rakaat

    Salat Tobat dikerjakan dengan dua rakaat sebagaimana disebutkan di dalam hadis Abu Bakar radhiyallahuanhu. "Mendirikan salat dua rakaat." (HR. Abu Daud)

    Namun di dalam hadis lainnya juga disebutkan dengan empat rakaat, karena perawinya agak ragu dalam menyebutkan jumlah rakaatnya. "Kemudian berdiri dan melakukan salat dua rakaat atau empat rakaat (perawi hadis ini agak ragu)." (HR. Ahmad)

    2. Sendirian Tidak Berjamaah

    Salat Tobat lebih utama dikerjakan dengan sendirian, karena tidak termasuk jenis salat yang disunahkan untuk dikerjakan dengan cara berjamaah. Dan bertobat itu juga bukan sesuatu yang harus dipamerkan, karena terkait dengan aib dan dosa yang pernah dilakukan oleh seseorang.

    3. Banyak Beristighfar Seusainya

    Dianjurkan seusai Salat Tobat dilakukan untuk memperbanyak istighfar dan permohonan ampunan dari Allah Ta'ala. Hal itu sebagaimana firman Allah Ta'ala, "Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar." (QS. Thaha : 82)

    4. Tidak Ada Ayat Tertentu

    Umumnya para ulama mengatakan bahwa tidak ada ayat atau surat tertentu yang dianjurkan untuk dibaca dalam Salat Tobat ini. Sehingga pada dasarnya surat dan ayat apa saja boleh dibaca dan sama nilainya di sisi Allah.

    5. Memperbanyak Sedekah

    Selain memperbanyak istighfar, dianjurkan apabila Salat Tobat telah ditunaikan, untuk memperbanyak sedekah. Allah Ta'ala berfirman:

    "Jika kamu menampakkan sedekah, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Baqarah : 271)

    Ketika Ka'ab bin Malik radhiyallahuanhu telah bertobat dari kesalahannya karena tidak ikut dalam perang, beliau berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

    Ya Rasulullah, sebagai tanda tobatku, aku lepaskan hak milikku dari hartaku untuk sedekah di jalan Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Tahanlah sebagian dari hartamu, karena akan berguna bagimu". Kaab berkata, "Aku masih punya bagian hartaku dari harta rampasan perang Khaibar." (HR. Bukhari Muslim)

    6. Sah Dikerjakan Kapan Saja

    Adapun kapan waktu untuk mengerjakan salat Tobat ini, secara prinsipnya salat Tobat sah dan boleh dilakukan kapan saja, baik siang atau pun malam. Karena salat Tobat ini tidak terikat dengan waktu tertentu sebagaimana umumnya salat Fardu yang lima, atau beberapa jenis salat sunah yang lainnya.

    Bahkan para ulama berpendapat bahwa tidak ada larangan apabila salat Tobat mau dikerjakan pada waktu-waktu yang terlarang untuk salat sunah mutlak sekali pun. Karena pada prinsipnya salat Taubah itu adalah salat yang ada sebabnya secara syar'i.

    Wallahu a'lam bishshawab. [Ahmad Sarwat, Lc., MA]


    TAG :


    Berita TERKAIT