• Headline

    Rasulullah: Jika Mendampingi Orang yang Sekarat...

    Oleh : redaksi24 Februari 2018 11:06
    JIKA ada seorang muslim yang sakit dan sekarat maka sangat dianjurkan bagi para kerabatnya agar hadir di situ. Yang demikian itu agar para kerabat bisa melaksanakan hal-hal yang disyariatkan kepada mereka terhadap orang yang sekarat tersebut. Berupa memejamkan kedua matanya, mentalqinkannya, menutupi jasadnya, dan lain-lain.

    Di riwayatkan dari Hudzaifah Radhiyallahu Anhu bahwa dia berkata: "Hadapkan wajahku ke arah kiblat." (Lihat Manaar As Sabiil dan Irwa Al Ghalil)

    Hal tersebut juga disebutkan oleh Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni. Maksudnya adalah membaringkannya di atas samping kanan dengan menghadap kiblat. Dari Syadad bin Aus Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: "Jika kalian menghadiri orang yang sekarat, maka pejamkanlah matanya, sebab mata itu mengikuti roh. Dan ucapkanlah yang baik-baik saja karena setiap yang diucapkan keluarga si mayit itu diamini oleh para malaikat." (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim, sahih)

    Juga dianjurkan bagi keluarga si mayit mentalqin mengajarinya dengan dua kalimat syahadat. Berdasarkan hadis yang di riwayatkan oleh Abu Said Al Khudriy, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya: "Talqin (ajarilah) orang yang sekarat itu Laa ilaha Illallah." (H.R Muslim dan Tirmidzi)

    Dalam riwayat lain hadis yang di riwayatkan oleh Muadz bin Jabal bahwa Nabi bersabda yang artinya: "Barang siapa yang akhir perkataanya adalah Laa ilaha illallah maka niscaya dia masuk surga." (HR Abu Dawud dan Al-Hakim, sahih)

    [Sumber: Al Muqarrib lii Ahkamil Janaiz oleh Abdul Aziz bin Muhammad bin Abdullah Al-Uroifi dan di tahqiq oleh Al-Alamah Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin]

    TAG :


    Berita TERKAIT