Sabtu, 20 September 2014 | 12:54 WIB

Dicari, Pemeran Video Porno 'Pimpinan Dewan'

Oleh: Dery Fitriadi Ginanjar
Kriminalitas - Rabu, 29 Desember 2010 | 10:10 WIB
Foto: Istimewa

INILAH.COM, Bandung - DPRD Jabar meminta pemeran wanita pada video porno yang diduga melibatkan salah satu pimpinan dewan menampakkan diri.

Saat ini , kasus video mesum yang diduga melibatkan anggota DPRD Jabar sedang dalam proses hukum. Anggota dewan yang disebut-sebut menjadi pemeran pria dalam video tersebut sudah melaporkan kasusnya ke Polda Jabar.

"Kasus ini perlu pembuktian kebenarannya. Kalau memang si A ini orangnya, tentu ada si B yang jadi pasangan perempuannya harus ada. Tapi ini kan B nya tidak ada. Sampai sekarang B-nya tidak ditemukan. Kalau mau, B-nya muncul dong," kata Irfan saat ditemui usai pertemuan dengan Badan Musyawarah Masyarakat Sunda (Bamus) di Gedung DPRD Jabar Jalan Diponegoro No 22 Kota Bandung, Selasa (28/12/2010) malam.

Menurut Irfan, dewan hanya bisa menunggu proses hukum yang sedang berlangsung di Polda Jabar. Bahkan dewan pun belum memikirkan langkah yang akan ditempuh jika memang video tersebut terbukti dilakukan anggota dewan.

"Kita tidak mau berandai-andai. Saya tidak ingim melihat kasus ini menjadi penghakiman seseorang. Kita punya asas praduga tak bersalah," tegasnya.

Sekadar informasi, saat ini DPRD Jabar terdiri atas empat pimpinan dewan, yaitu Ketua DPRD Jabar (Fraksi Demokrat) Irfan Suryanegara, Wakil Ketua (Fraksi Golkar) Uu Rukmana, Wakil Ketua (FPDIP) Rudi Harsa Tanaya, dan Wakil Ketua (FPKS) Nur Supriyatna.

DPRD Jabar dan Badan Musyawarah Masyarakat Sunda (Bamus) menggelar pertemuan membahas permasalahan Jawa Barat kekinian. Salah satu masalah yang dibahas adalah mencuatnya kasus video porno yang diduga melibatkan seorang pimpinan dewan.

Menjelang akhir tahun, berita menghebohkan datang dari DPRD Jabar menyusul beredarnya video mesum yang diduga melibatkan salah seorang pimpinan DPRD Jabar.

Video itu bahkan menjadi topik hangat di dunia maya. Beberapa situs menyediakan jasa download gratis video tersebut. Namun saat diklik, tayangan dalam video tersebut tidak muncul. [gin]

Berita Lainnya
2 Komentar
MS Munir @ Selasa, 31 Mei 2011 | 16:41 WIB kami atas nama ketua ( Forum Wartawan Pemantau Peradilan )DPD Jawa Barat merasa prihatin, dan mohon segenap aparat terkait mulai dari gubernur, Polda, Kejaksaan Tinggi dan Pengadilan Tinggi Prov. Jawa Barat mau menindak lanjuti kasus ini dan tidak setengah hati. Forwara mengutuk keras aparat / oknum pelaku Anggota dewan yang berbuat asusila dan jangan sampai ada image yang akhirnya hukum kita mandul. Merdeka ...
lanni @ Rabu, 29 Desember 2010 | 13:29 WIB Nah lhoooo...mun kieu kumaha tah? Caci maki Ariel, eh....anggota dewan oge 'boga video oge geningan? Kumaha pak Dada??? 'Persona non grata' teu jiga Ariel...??? Mun wani eta oge, puuiiihhh...sarua munafikna!
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Jabar Awali Sejarah Monorel
SOFT launching monorel mewarnai pesta rakyat De Syukron 4 di Gedung Sate, Jumat (19/9). Gubernur Jabar Ahmad Heryawan berharap monorel tahap pertama rampung 2017.
ASPIRASI + Indeks