Minggu, 26 Oktober 2014 | 00:25 WIB
EKONOMI

Pemprov Tuntut 20% Saham di PLTP Wayang Windu

Oleh: Dery Fitriadi Ginanjar
Ekbis - Kamis, 3 Februari 2011 | 18:44 WIB
Ahmad Heryawan - inilah.com/Syamsuddin Nasoetion

INILAH.COM, Bandung – Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menuntut komitmen PT Star Energi yang akan memberikan saham maksimal 20% kepada BUMD Jabar seperti komitmen awal.

“Sebelumnya, PT Star Energy sebagai pelaksana proyek sudah komitmen menyerahkan maksimal 20% sahamnya kepada BUMD milik Pemprov Jabar. Komitmen itu sudah tertuang dalam perjanjian antara PT Star Energy dan BUMD pada Juni 2010,” kata Heryawan di Gedung Negara Pakuan Kota Bandung, Kamis (3/2/2011).

Menurut Heryawan, belakangan pihak PT Star Energy seperti enggan mewujudkan komitmen itu. Padahal BUMD Pemprov Jabar sudah menyiapkan setoran dana sesuai dengan nilai saham.

“Jadi secara tegas, kami bukan menyertakan saham kosong apalagi bodong. Soal ini sudah kami jelaskan dihadapan Wakil Presiden Boediono beberapa waktu lalu. Sekaligus menekankan dukungan Pemprov Jabar dalam percepatan pembangunan PLTP,” tegasnya.

Menurut Heryawan, Pemprov Jabar hanya ingin mendapatkan komitmen dari PT Star Energy yang bersedia memberikan saham maksimal 20% kepada BUMD Jabar dari pengelolaan panas bumi dan telah ditandatanganinya Perjanjian Kerja sama Pendahuluan pada Juni 2010. Pasalnya, sikap perusahaan tersebut seperti berubah karena enggan memenuhi komitmen tersebut.

Dia membantah keras kabar Pemprov Jabar menghambat proses pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu Unit III. Justru masyarakat Jabar mendukung penuh proyek tersebut, tetapi wajar menuntut timbal balik saling menguntungkan yaitu diikutsertakan dalam pengoperasiannya.

“Hal yang wajar bila Pemprov Jabar melalui BUMD mendapatkan bagian dari rencana pengembangan panas bumi di Wayang Windu. Semua itu berdasarkan pertimbangan aspek keadilan bagi masyarakat Jabar. Apalagi wilayah pembangunan dan pengoperasian PLTP berada di Jabar,” ungkapnya.

Heryawan menyebutkan, selama ini daerah kurang mendapatkan timbal balik yang setimpal dari pengelolaan panas bumi. Padahal perusahaan tersebut mengolah sumber daya alam panas bumi di dalam perut bumi Jabar.

Proyek pembangunan PLTP Wayang Windu Unit III dan IV merupakan proyek energi alternatif yang berlokasi di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Jika beroperasi, PLPT ini akan menghasilkan energi listrik sebesar 173 Megawatt (MW).

Proyek pembangunan PLTP ini memakan anggaran total senilai US$400 juta yang diprakarsai PT Star Energy. Namun proses pembangunannya masih menunggu realisasi komitmen antara PT Star Energy dan Pemprov Jabar melalui BUMD. [jul]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
TARIK-ULUR KABINET JOKOWI
PRESIDEN Jokowi masih belum mengumumkan susunan kabinetnya. Ada tarikmenarik kepentingan dalam proses seleksi.
ASPIRASI + Indeks