Senin, 21 April 2014 | 01:24 WIB
POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Dana Sertifikasi Guru Terganjal Validasi Data

Oleh: Dian Prima
Jabar - Kamis, 12 April 2012 | 19:05 WIB
Pencairan dana sertifikasi guru yang tertunda dan dijanjikan cair bulan Maret, tidak terealisasi. - istimewa

INILAH.COM, Bogor - Pencairan dana sertifikasi guru yang tertunda dan dijanjikan cair bulan Maret, tidak terealisasi. Padahal dalam pertemuan para guru dengan instansi terkait dijanjikan dana ini akan cair sekitar bulan Maret.

Hingga saat ini, janji cairnya dana sertifikasi bulan Januari, Februari dan Maret belum terbukti. Dana sertifikasi ini nilainya bervariasi sesuai dengan pangkat dan golongan para guru, namun rata-rata per guru mendapatkan sebesar Rp2 juta per bulan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fetty Qondarsyah saat dikonfirmasi membenarkan belum cairnya dana sertifikasi guru ini. Keterlambatan ini terkait belum selesainya validasi data guru yang dilakukan pemerintah pusat. "Benar dana ini memang belum cair dari pusatnya. Data para guru sendiri sudah kita kirimkan ke pusat untuk dilakukan validitasi," jelas Fetty, Kamis (12/4/2012).

Disebutkan Fetty, selain keterlambatan dari sisi jumlah juga memang ada perbedaan. Kondisi ini terjadi karena dana uang dicairkan kepada para guru masih mengacu data lama para guru. "Jadi begitu dana cair, para guru menghitung dengan pangkat dan golongan mereka yang baru. Padahal dana yang mereka terima masih menggunakan data kepangkatan mereka yang lama. Namun kekurangan dana tersebut nanti akan dicairkan kembali," ungkapnya.

Diterangkan Fetty, acuan pembayaran dana sertifikasi itu adalah gaji pokok terbaru para guru. Jika dalam pelaksanaannya masih ada yang belum sesuai acuan tersebut, kata dia, penerima berhak untuk segera mengajukan kembali kekurangannya dan pihak Disdik melanjutkannya ke pusat.

"Apabila ada kekeliruan atau kekurangan jumlah penerima, dapat di ajukan kembali kepada Disdik untuk diteruskan ke pusat. Dan kekurangannya itu akan di cairkan kembali oleh pusat ke rekening penerima," tuturnya.

Terkait dengan keharusan dibukanya rekening baru, ia mengatakan, hal itu adalah ketentuan dari pihak Bank. Disdik sendiri kata dia, tidak pernah meminta kepada pihak Bank untuk membuka rekening baru bagi para penerima. "Itu dari pihak Bank, Disdik tidak pernah meminta itu," tandasnya.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
PATAHKAN MITOS GRESIK
DATANG ke Gresik, Persib Bandung mengusung ambisi ganda: mengakhiri rekor buruk sekaligus merebut kembali posisi puncak.
KARIKATUR + Indeks