Jumat, 24 Oktober 2014 | 18:59 WIB
POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Moka Kab Bandung Jangan Hanya Jadi Pemanis Acara

Oleh: Dani Rahmat Nugraha
Jabar - Selasa, 10 Juli 2012 | 22:10 WIB
Pelaku sekaligus pemerhati seni budaya Kabupaten Bandung, Riswa Darusman menilai selama ini ajang Mojang Jajaka (Moka) terlalu dimanjakan. - istimewa

INILAH.COM, Bandung - Pelaku sekaligus pemerhati seni budaya Kabupaten Bandung, Riswa Darusman menilai selama ini ajang Mojang Jajaka (Moka) terlalu dimanjakan. Mereka belum memaksimalkan keahlian (skill) yang dimilikinya dan hanya dipajang serta dimanjakan dengan berduduk-duduk saja menghadiri acara atau peresmian kegiatan.

“Kalau secara penyelenggaraannya, jelas saya setuju sekali. Karena bisa memacu kreativitas dan keinginan anak-anak muda untuk tampil dan berprestasi. Tapi sayangnya, setelah mereka jadi, mereka terlalu dimanjakan hanya dengan duduk-duduk atau mendampingi pejabat dalam suatu acara,” kata Riswa Darusman, Selasa (10/7/2012).

Selama ini Riswa menilai, peran Moka dalam mendorong pembangunan atau perkembangan pariwisata seni dan budaya masih sangat jauh dari yang diharapkan. Karena selama ini Moka hanya dijadikan pajangan, atau 'pemanis' saja dalam suatu kegiatan pariwisata atau yang lainnya. Bukan sebagai penggerak dan inisiator.

“Memang kalau berbicara keterlibatan ada, tapi sejauh mana keterlibatannya. Kalau cuma berdiri berjajar dan menebar senyum disuatu event sangat disayangkan. Padahal mereka memiliki kemampuan lebih sesuai bidangnya masing-masing. Letak kebanggannya dimana,” sindirnya.

Dengan kondisi tersebut, Riswa menilai sklill yang mereka miliki selama ini sama sekali tidak akan terlihat. Apalagi berguna untuk dirinya sendiri, ataupun untuk mendorong pembangunan di sektor pariwisata dan seni budaya. Selain itu, untuk memperlihatkan atau menampilkan skill dari Moka itu sendiri tidak hanya diatas panggung pertunjukan atau suatu acara saja. Melainkan mereka ini harus mampu berperan lebih dengan skill yang dimilikinya.

“Kenapa mereka itu terpilih sebagai Moka, karena memiliki kemampuan lebih. Nah, seharusnya kemampuan ini diaplikasikan dalam keseharian, misalnya kalau dia pandai menari tradisional, kenapa tidak menjadi pengajar tari atau membuka sanggar tari professional. Atau paling tidak turut mendorong generasi sebayanya untuk turut mencintai kesenian atau budaya yang dia kuasai,” terangnya.

Sementara itu, tiga orang Mojang Kabupaten Bandung 2011 Jesika Sellananda (20), Resty Kurnia Irawan (21) dan Eva Fauzia (22) saat ditemui INILAH.COM disela kegiatan Grand Final Pasanggiri Mojang Jajaka 2012, mengaku telah banyak melakukan kegiatan yang bertujuan mendukung pariwisata dan seni budaya. Seperti dilibatkan dalam setiap kegiatan, acara peresmian, pembukaan destinasi baru tempat wisata, gebyar pariwisata hingga mengikuti beberapa kegiatan yang diselenggarakan beberapa dinas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bandung. Mereka pun mengaku telah beberapa kali menggelar kegiatan amal hingga ajang pemilihan model.

“Karena kami ini sudah menjadi publik figur, dan kami menjadi pendamping acara sehingga bisa membuat suatu even lebih banyak diminati atau dikunjungi masyarakat. Contohnya pada perhelatan gerak jalan tahunan di Situ Cileunca kemarin, menjadi lebih meriah dan antusiasme masyarakat cukup bagus,” terang Resty.

Selain itu, tambah Jesika, wadah Paguyuban Mojang Jajaka (Pamoka) telah memiliki program kerja selama satu tahun kedepan. Dan program kerja tersebut, tentunya, berbasis pengembangan pariwisata, seni dan budaya khususnya di Kabupaten Bandung.

“Program kerja kami di paguyuban sangat jelas selama satu tahun kedepan. Tujuannya untuk membantu mempromosikan pariwisata yang ada daerah kami,” ucapnya.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
TARIK-ULUR KABINET JOKOWI
PRESIDEN Jokowi masih belum mengumumkan susunan kabinetnya. Ada tarikmenarik kepentingan dalam proses seleksi.
ASPIRASI + Indeks