Selasa, 23 Desember 2014 | 12:06 WIB
EKONOMI

Cantiknya Sepatu Rajutan dari Industri Rumahan

Oleh: Vera Suciati
Ekbis - Selasa, 31 Juli 2012 | 17:14 WIB
Sepatu rajutan identik dengan kaki bayi. Sepatu ini memang cantik bila dipakaikan pada kakinya yang mungil. - istimewa

INILAH.COM, Sumedang - Sepatu rajutan identik dengan kaki bayi. Sepatu ini memang cantik bila dipakaikan pada kakinya yang mungil. Namun, kini, kaki orang dewasa pun tak kalah cantik bila dipakaikan sepatu rajutan.

Di Sumedang, sepatu rajutan diproduksi oleh industri rumahan tepatnya di Dusun Nanggewer RT 04/RW 05 Desa Padasuka Kecamatan Sumedang Utara. Nama industri ini adalah Saung Mimitran atau lebih dikenal dengan Sami.

Setiap bulannya, ada 100 pasang sepatu yang berhasil dirajut oleh para ibu-ibu rumah tangga. Namun para perajut ini bisa juga menyelesaikan karya-karya rajutannya di rumah masing-masing asalkan dapat menyelesaikan target rajutannya.

Ny Odah, pemilik industri rajutan ini mengatakan sejak buka usaha pada April 2011 lalu, sudah ada 40 perajut yang bergabung. Sebanyak 10 di antaranya bukan merupakan warga setempat melainkan dari berbagai tempat namun mempunyai kemampuan merajut dan ingin bergabung dengan usaha ini.

Sementara perajut lainnya merupakan warga setempat yang awalnya hanya sekedar mengisi hari namun kini sudah menjadi mata pencaharian bagi kalangan ibu-ibu ini.

Menurut Odah, proses membuat sepatu rajutan ini dimulai dengan melakukan pemotongan sol sepatu yang disesuaikan dengan ukuran. Setelah pas ukurannya lalu dilem dengan alas sepatu yang terbuat dari spon atau calv.

Pekerjaan ini dilakukan oleh orang berbeda dengan perajut. Setelah bagian bawah sepatu jadi, maka bagian perajut untuk mengerjakan rajutannya sesuai dengan model dan ukuran alas. Hasil rajutan lalu dijahitkan pada alas sepatu. Tak lupa, beberapa aksesoris atau pemanis lainnya dipasangkan pada bagian muka atau atas sepatu.

“Setiap bagian mempunyai pekerja masing-masing, lalu nanti digabungkan pada proses finishing-nya,” kata Odah seraya menyebutkan upah untuk perajut rata-rata Rp15.000 per pasang.

Bahan baku sepatu rajutan ini yaitu benang, sol, dan spon ini didapatkan dari Bandung atau Jakarta. Tidak ada kendala dalam pemenuhan bahan baku ini karena selain sudah tersedia, proses permintaan bahan baku dan pengiriman pun diurus oleh pihak penyedia bahan yang sudah bekerjasama sejak awal mula usaha ini berdiri.

Harga jual sepatu Sami bervariasi. Sepatu anak-anak dijual Rp80.000-Rp120.000, sepatu dewasa dijual dari Rp150.000 hingga Rp250.000. Harga jual tergantung dari model. Model yang paling banyak disukai adalah model sepatu boot yang bisa dijual hingga Rp250.000.

Saat ini Sami dijual ke konsumen yang datang langsung ke tempat produksi. Selain itu, Sami juga banyak diminati para reseller yang menjualnya di butik atau toko mereka ataupun dijual langsung ke perorangan.

Sepatu Sami juga ada di pusat-pusat toko kerajinan asal Sumedang atau toko khusus produk industri kecil dan menengah. Namun sepatu ini masih belum banyak dijual di pasaran, karena masih sedikitnya jumlah perajut sehingga kapasitas produksinya masih terbatas.

Selain sepatu, industri ini juga membuat barang lainnya seperti dompet, tas, dan aksesoris. Namun barang-barang ini biasanya hanya maklun saja alias mengerjakan orderan dari pihak lain dengan ketentuan spesipikasi dan standar barang. Untuk dompet, Sami mengerjakan 1.000 pieces yang akan disetorkan kepada suatu pabrik di Jakarta. Dompet ini akan dijual lagi ke Amerika dan Swiss.[jul]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
TANGGAP DARURAT BANJIR
TANGGAP darurat mulai diberlakukan hari ini. Tim penanggulangan pun sudah dibentuk.
ASPIRASI + Indeks