Senin, 22 Desember 2014 | 18:18 WIB
EKONOMI

Omzet Pedagang Bendera Tahun Ini Turun

Oleh: Riza Pahlevi
Ekbis - Minggu, 12 Agustus 2012 | 18:52 WIB
Mendekati Hari Kemerdekaan Indonesia, para pedagang bendera mengaku omzetnya justru menurun. Pasalnya, HUT RI 17 Agustus ini jatuh tepat di bulan suci Ramadan. - inilah.com/Asep Mulyana

INILAH.COM, Bandung - Mendekati Hari Kemerdekaan Indonesia, para pedagang bendera mengaku omzetnya justru menurun. Pasalnya, HUT RI 17 Agustus ini jatuh tepat di bulan suci Ramadan.

Salah seorang pedagang pernak-pernik kemerdekaan di Jalan Diponegoro, Arief (45) mengatakan hingga saat ini penjualan bendera tahun ini omzetnya menurun hingga 80%.

"Biasanya kalau memasuki menjelang Hari Kemerdekaan seperti sekarang ini saya bisa mendapatkan Rp500 ribu dalam sehari, namun sekarang cuma Rp150.000 atau bahkan terkadang lebih kurang dari jumlah tersebut," keluh Imran saat ditemui INILAH.COM di Jalan Diponegoro Kota Bandung, Minggu (12/8/2012).

Imran mengatakan menurunnya omzet kemungkinan besar disebabkan masyarakat lebih memilih untuk membeli keperluan rumah tangga jelang Lebaran dibandingkan pernak-pernik Agustusan. "Kalau puasa gini kan juga jarang yang ngadain lomba, mereka lebih memilih mengadakan lombanya sebelum puasa," ujarnya.

Apalagi saat ini, lanjutnya, peringatan Kemerdekaan juga mendekati hari raya idulfitri dimana semua lebih memprioritasan untuk pulang ke kampung halaman. "Pasti kota-kota besar nanti sepi karena masyarakat pada mudik," ucapnya.

Tidak hanya pedagang di Jalan Diponegoro, pedagang bendera di Jalan PHH Mustofa juga mengalami kondisi yang sama. Mereka memajang berbagai aneka macam bendera demi menarik pelanggan yang melintas.

Rudi (35) pedagang asal Sukabumi, yang berjualan di pinggir Jalan PHH juga mengungkapkan hal yang sama dengan Arief. "Harusnya tanggal-tangal segini merupakan puncak transaksi, tapi sekarang kalau ada satu dua yang beli juga sudah untung," tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan INILAH.COM selain di Jalan Diponegoro dan PHH Mustofa, para pedagang musiman tersebut juga dapat ditemui di kawasan Kosambi. Tiga kawasan itu merupakan titik-titik para pedagang bendera.[jul]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
5.000 WARGA MENGUNGSI
HAMPIR 5.000 warga mengungsi karena banjir. Pemerintah diminta tidak berbelit-belit dalam menyalurkan bantuan.
ASPIRASI + Indeks