Rabu, 22 Oktober 2014 | 08:35 WIB
SERBA-SERBI

Penangkapan Burung Ilegal di Cianjur Marak Terjadi

Oleh: Benny Bastiandy
Serba-serbi - Minggu, 26 Agustus 2012 | 13:00 WIB
Pegiat lingkungan hidup di Kabupaten Cianjur menyayangkan maraknya aksi penangkapan burung tanpa izin alias ilegal akhir-akhir ini.

INILAH.COM, Cianjur - Pegiat lingkungan hidup di Kabupaten Cianjur menyayangkan maraknya aksi penangkapan burung tanpa izin alias ilegal akhir-akhir ini. Khususnya di kawasan Pacet dan Cipanas.

Penasihat Pecinta Alam Lokatmala (PAL) Hendri Adrianto mengaku prihatin dengan kondisi ini. Penangkapan berbagai jenis burung secara terus menerus tanpa memerhatikan lingkungan dinilai bakal merusak ekosistem.

"Jelas ini akan memutus mata rantai ekosistem, apalagi disaat musim kemarau seperti ini," kata Hendri kepada INILAH.COM, Minggu (26/8/2012).

Hendri tak melarang penangkapan burung yang dilakukan segelintir orang tak bertanggungjawab demi kepentingan pribadi itu. Hanya saja, penangkapan burung itu tentunya harus tetap memerhatikan keberlangsungan ekosistem lingkungan.

"Keberadaan burung-burung liar ini sangat diperlukan untuk memberantas hama. Misalnya saja di kawasan perkebunan teh. Keberadaannya dibutuhkan untuk memberantas hama ulat yang kerap menggerogoti tanaman teh. Jika sekarang burung-burung itu tidak ada, ya konsekuensinya tanaman teh sendiri akan rentan mengalami gagal panen," terangnya.

Hendri mengaku, memang hingga saat ini belum ada aturan mengatur hukum pidananya menangkap burung-burung liar, tidak seperti burung langka yang dilindungi. Tentunya kondisi ini harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat sendiri menjaga keberlangsungan ekosistem yang ada.

"Saya sempat memergoki ada yang menangkap burung itu hingga satu bak mobil. Mereka biasanya menggunakan jaring untuk menangkap burung-burung. Jika ini terus dibiarkan, saya yakin ekosistem lingkungan akan rusak akibat ulah orang-orang yang tak peduli keberlangsungan lingkungan," tegasnya.

Hendri mengharapkan adanya penyuluhan dari stakeholder terhadap masyarakat untuk selalu menjaga keberlangsungan lingkungan dengan memerhatikan berbagai aspek.

"Perlu peran aktif pemerintah, para pegiat lingkungan hidup, maupun elemen terkait lainnya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar bisa menjaga keberlangsungan mata rantai ekosistem dan kepedulian lingkungan hidup. Jika terus dibiarkan, saya yakin ekositem lingkungan, khususnya di Cianjur Utara akan semakin rusak," tegasnya.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Menanti Kabinet Jokowi
RESMI menjabat Presiden, Joko Widodo segera mengumumkan kabinetnya. Ada perubahan setelah dari PPATK dan KPK.
ASPIRASI + Indeks