Minggu, 21 September 2014 | 02:58 WIB
EKONOMI

Pesat Jabar Sambut Baik Pembatasan Waralaba

Oleh: Dadi Haryadi
Ekbis - Minggu, 26 Agustus 2012 | 20:50 WIB
Para pedagang pasar tradisional di Jawa Barat berharap peraturan pemerintah terkait pembatasan jumlah gerai waralaba bisa segera diberlakukan. - inilah.com

INILAH.COM, Bandung - Para pedagang pasar tradisional di Jawa Barat berharap peraturan pemerintah terkait pembatasan jumlah gerai waralaba bisa segera diberlakukan. Hal ini demi memperbaiki kemorosotan omzet pedagang pasar tradisional akibat menjamurnya waralaba toko modern.

"Kami akan sangat menyambut baik perturan pembatasan gerai warlaba dan kami ingin peraturan itu segera diberlakukan karena akan bisa memulihkan omzet para pedagang pasar tradisional," ujar Ketua 2 Persatuan Pedagang dan Warung Tradisional (Pesat) Jabar Agus Fadillah kepada wartawan, Minggu (26/8/2012).

Selama ini, katanya, para pedagang kerap kalah bersaing dengan toko modern. Keterpurukan omzet pedagang semakin diperparah dengan adanya pasar tumpah dan outlet-outlet liar tanpa berizin. Akibatnya, tidak sedikit pedagang tradisional yang gulung tikar.

"Omzet kami turun 40% dibandingkan lima tahun lalu. Selain harus bersaing dengan toko modern, kami juga harus berhadapan dengan pasar tumpah dan lainnya. Kami membuka usaha dengan legal karena punya izin, jadi pemerintah harus bisa menertibkan lapak-lapak liar karena sangat mengganggu pendapatan para pedagang pasar tradisional," pungkasnya.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Jabar Awali Sejarah Monorel
SOFT launching monorel mewarnai pesta rakyat De Syukron 4 di Gedung Sate, Jumat (19/9). Gubernur Jabar Ahmad Heryawan berharap monorel tahap pertama rampung 2017.
ASPIRASI + Indeks