Sabtu, 1 November 2014 | 02:11 WIB
POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Penyerapan DAK Minim, Bupati Tuding Juklak-Juknis

Oleh: Benny Bastiandy
Jabar - Minggu, 9 September 2012 | 15:20 WIB
Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh mengaku sudah mengevaluasi komprehensif minimnya daya serap DAK tahun 2012 termin pertama yang hanya mencapai 10%. - istimewa

INILAH.COM, Cianjur - Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh mengaku sudah mengevaluasi komprehensif minimnya daya serap dana alokasi khusus (DAK) tahun 2012 termin pertama yang hanya mencapai 10% dari nilai bantuan sebesar Rp44,6 miliar. Penyebab minimnya daya serap bantuan DAK tahun ini diakibatkan terlambatnya petunjuk pelaksanaan dan petujuk teknis (juklak dan juknis).

"Kita sudah mengevaluasi minimnya tingkat daya serap bantuan DAK ini. Minimnya daya serap ini karena keterlambatan juklak dan juknis serta situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan," kata Tjetjep kepada INILAH.COM, baru-baru ini.

Meskipun demikian, kata Tjetjep, laporannya saat ini sedang kembali digarap. Apalagi, tuturnya, Pemkab Cianjur sudah berkomitmen agar laporan hasil keuangan bisa mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). "Kita optimistis hingga akhir tahun 2012, bantuan DAK bisa terserap seluruhnya," tukasnya.

Tingkat daya serap dana alokasi khusus (DAK) 2012 termin pertama sebesar 30% atau sebesar Rp44,6 miliar dari nilai total bantuan sebesar Rp148.185.720.000 oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Cianjur, rendah. Hingga saat ini, dari nilai Rp44,6 miliar, tingkat daya serapnya baru mencapai 10% atau lebih kurang Rp4 miliar.

Kepala Dinas Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Setda Kabupaten Cianjur Budhi Rahayu Toyib mengatakan, sampai saat ini dari total dana DAK untuk termin pertama sebesar Rp.44,6 miliar, baru bisa terserap sebesar 10%atau senilai Rp. 4 miliar. Minimnya daya serap ini dikhawatirkan berdampak hangusnya bantuan pada termin ke dua dan ke tiga jika tak mencapai tingkat penyerapan 90%.

"Pola pencairan bantuan DAK dari pemerintah pusat ini dibagi dalam tiga termin. Termin pertama sebesar 30%, termin ke dua 45%, dan termin ke tiga 25%. Kami khawatir minimnya penyerapan DAK pada termin pertama akan berdampak tidak akan cairnya bantuan pada termin ke dua dan ke tiga. Sebab, sesuai peraturan menteri keuangan, pencairan DAK termin ke dua dan ke tiga akan ada jika penyerapan pada termin pertama mencapai 90%. Namun tingkat penyerapan termin pertama hingga saat ini baru mencapai 10%," kata Budhi belum lama ini.

Budhi mengaku, pihaknya terus berupaya agar penyerapan dana DAK ini bisa terserap sesuai target. Malahan dalam setiap acara briefing, Budhi selalu mengingatkan agar OPD bersangkutan bisa melaksanakan kegiatan.

"Kami berharap dengan sisa waktu yang ada, dana termin pertama sebesar Rp44,6 miliar ini bisa terserap masing-masing OPD sampai 90%. Sehingga dana termin ke dua sebesar 45% dan ke tiga sebesar 25% bisa diluncurkan pemerintah pusat ke kas daerah pada akhir tahun ini," tegasnya.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
KOALISI JOKOWI TERBELAH
MAKIN runcing saja kisruh di tubuh DPR. Kubu KIH tetap menggelar rapat paripurna perdana DPR tandingan. Namun Pramono Anung tak mau hadir.
ASPIRASI + Indeks