Sabtu, 19 April 2014 | 09:30 WIB
POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Ponpes Al Basyariah Tolak Beri Dukungan di Pilkada

Oleh: Dani Ramat Nugraha
Jabar - Kamis, 27 September 2012 | 14:05 WIB
Pengasuh Ponpes Al Basyariah Cigondewah, Kabupaten Bandung menolak memberikan dukungan bagi calon dan partai politik manapun. - inilah.com/Dani Rahmat Nugraha

INILAH.COM, Bandung- Pengasuh Ponpes Al Basyariah Cigondewah, Kabupaten Bandung menolak memberikan dukungan bagi calon dan partai politik manapun.

Kendati kerap kali didatangi sejumlah kandidat bakal calon kepala daerah bahkan calon presiden serta partai politik, para pengurus mengaku enggan memberikan dukungan.

Pimpinan Majelis Bidang Peningkatan Keilmuan Ponpes Al Basyariah, Endang Suhendi menuturkan, selama ini, para calon kepala daerah hingga calon presiden yang datang ke tempatnya itu cukup banyak. Namun demikian, selama ini pihaknya mengaku tidak pernah memberikan dukungan kepada salah satu calon manapun.

"Siapapun yang datang untuk silaturahmi kami selalu terbuka. Tapi kalau urusan dukung mendukung kami tetap netral, secara institusi tidak pernah mendukung kepada salah satu calon atau partai,"kata Endang Suhendi, Kamis (27/9/2012).

Diakui Endang, para calon yang datang ke pesantren ini meminta restu dan minta didoakan agar menang dalam pencalonannya. "Kalau mendoakan, yah kami kepada siapapun juga Insya Allah mendoakan. Mudah-mudahan jadi yang terbaik dalam hal apapun juga,"ujarnya.

Sejauh ini, kata Endang tercatat ada beberapa nama yang pernah menyambangi pesantren tersebut. Seperti mantan calon Presiden dari partai Hanura Wiranto pada Pilpres lalu, Dede Yusuf, Ahmad Heryawan, Dadang Naser, Deden Rukman Rumaji dan yang akan datang hari ini yang akan maju menjadi calon presiden dari partai Golkar saat ini Aburizal Bakrie.

Selain tidak pernah memberikan dukungan kepada siapapun, lanjut Endang, pihaknya mengaku tidak memiliki hak untuk mengarahkan atau memobilisasi santri ataupun para orang tuanya agar memilih salah satu calon. Karena hal tersebut, jelas melanggar hak azasi dan hak politik seseorang.

"Apalagi, disini kan banyaknya anak-anak yang masih dibawah umur tentunya belum memiliki hak pilih semuanya. Paling ada yah pemilih pemula, tapi mereka juga kan bukan orang sini melainkan pendatang dari luar daerah,"pungkasnya. [ghi]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Moral Runtuh, Pembunuhan Marak
DALAM waktu berdekatan, polisi ketiban dua kasus pembunuhan keluarga.
KARIKATUR + Indeks