Selasa, 23 Desember 2014 | 01:22 WIB
PENDIDIKAN

Soal LKS Porno, Disdik Cianjur Belum Mau Komentar

Oleh: Benny Bastiandy
Umum - Senin, 15 Oktober 2012 | 11:16 WIB
ilustrasi

INILAH.COM, Cianjur - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur terkesan acuh menanggapi beredarnya Lembar Kerja Siswa (LKS) Sekolah Dasar (SD) Bidang Studi Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan berbau pornografi.

Kepala Bidang TK/SD Disdik Kabupaten Cianjur Moch Asep Saepurohman mengatakan pihaknya belum bisa memberikan komentarnya berkaitan beredarnya LKS bermasalah itu. Dia mengaku akan mencari dan mengkaji LKS itu.

"Wah, saya kan belum mengetahuinya. Jadi saya belum bisa memberikan komentarnya," kata Asep kepada INILAH.COM di Disdik Kabupaten Cianjur, Senin (15/10/2012).

Asep pun belum bisa menyebutkan tindakan apa yang harus diambil berkaitan beredarnya LKS itu. "Yang jelas kami harus mengkajinya. Saya lagi buru-buru, ada tugas," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, siswa kelas V SD Negeri Sodong di Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur dihebohkan beredarnya lembar kerja siswa (LKS) Bidang Studi Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan berbau pornografi.

Sontak, penemuan itu segera dilaporkan guru bersangkutan ke kepala sekolah. Berdasarkan informasi, terkuaknya LKS berisi kalimat-kalimat pertanyaan bertendensius unsur pornografi itu kali pertama ditemukan guru. Pendidikan Jasmani (Penjas) saat akan memberikan materi ke siswanya. Dia kaget saat dalam LKS itu ada pertanyaan yang tak sepantasnya dilontarkan ke siswa SD.

"Saat itu, saya membuka bab 5 pada LKS. Tapi setelah dibaca, kok materinya menjurus ke arah seksualitas. Saya kaget karena materi seperti ini tidak pantas diberikan kepada siswa SD," kata Yudi Suherman, guru Penjas SDN Sodong kepada wartawan, Minggu (14/10/2012).

Pada Bab 5 dalam LKS itu, kata Yudi, hampir semua materi yang ada tidak pantas dikonsumsi siswa SD. Bahkan dalam latihan soal, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan menggunakan bahasa vulgar.[jul]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
5.000 WARGA MENGUNGSI
HAMPIR 5.000 warga mengungsi karena banjir. Pemerintah diminta tidak berbelit-belit dalam menyalurkan bantuan.
ASPIRASI + Indeks