Selasa, 2 September 2014 | 06:24 WIB
PENDIDIKAN

Siapkan Guru Kualitas, LPTK Harus Direvitalisasi

Oleh: Ageng Rustandi
Perguruan tinggi - Kamis, 18 Oktober 2012 | 19:50 WIB
inilah.com

INILAH.COM, Bandung - Penyiapan guru dalam jangka panjang di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) berstandarisasi adalah hal yang harus diupayakan dan diperbaiki secara utuh. Untuk itu, revitalisasi LPTK mutlak harus dilakukan.

"Menjadi suatu pertanyaan hingga mana sertifikasi bisa membangkitkan motivasi kerja agar bisa mengembangkan profesionalitas pada perbaikan guru, pembelajaran, dan dampaknya dapat dilihat dari keterampilan siswa," ungkap Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Sunaryo Kartadinata saat menyampaikan sambutannya pada acara simposium nasional bertema 'Refleksi 58 Tahun Pengalaman Penyelenggaraan Tinggi Keguruan di Indonesia' di gedung JICCA FMIPA UPI, Jalan Setiabudi Kota Bandung, Kamis (18/10/2012).


Di sisi lain, lanjutnya, sertifikasi menjadi sebuah proses perilaku untuk mencapai perubahan yang diharapkan. Untuk itu, perlu intervensi manajemen yang dapat memunculkan guru yang profesional tanpa campur tangan birokratik.

"LPTK itu sendiri memiliki tanggungjawab dalam melahirkan sosok guru yang profesional. Harapannya, pemerintah dapat membina LPTK secara optimal yakni dengan intervensi pembinaan yang sistematis," tuturnya.

Sunaryo menambahkan, ada beberapa dimensi tentang sertifikasi. Diantaranya sistem manajemen yang kontinyu, dan LPTK melakukan lifecycle dari recruitment hingga retirement. Dengan pendidikan manajemen guru, diharapkan memberikan jamian terkait proses pendidikan yang lebih bermutu.

Sementara itu, Direktur Direktorat Tenaga Pendidik DIKTI Supriyadi Rustad mengungkapkan, perlu adanya struktur yang dapat memfasilitasi Dikti dan lembaga pendidikan. Saat ini, hampir semua LPTK di Indonesia memiliki masalah pada inputnya. Guru sebagai sosok pilihan sehingga saat masuknya pun harus dipilih. Dengan demikian standar input harus diperhatikan secara serius.

“Sekarang ini kredibiltas LPTK sedang diuji untuk untuk berlaku secara jujur walaupun ada tekanan dan intervensi secara akademik. Tidak boleh ada intervensi akademik merupakan kemerdekaan akademik. Apalagi ada dana sebesar Rp1 triliun untuk penelitian dalam pendidikan. Adanya program SM-3T selain bisa meningkatkan solidaritas siswa PPG dari berbagai propinsi yang digabung juga dapat digunakan sebagai bahan research. Kita harus banyak 'Eling', apalagi sekarang ada kebijakan baru menghukum 37 LPTK yang tidak jujur dan mengeluarkan mereka dari sertifikasi dosen. Patut dipahami dasar kejujuran sangat penting bagi pelaksanaan proses pendidikan," tegas Supriyadi.

Peserta simposium yang laksanakan dalam rangka Dies Natalis UPI ke-58 ini, diikuti perwakilan perguruan tinggi di Indonesia. Seperti Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Padang, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Negeri Bengkulu, Universitas Negeri Jember, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Universitas Pattimura Ambon, Universitas Sulten Ageng Tirtayasa, dan Universitas Palangkaraya.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Tugas Lama DPRD Baru
HARI ini, Senin (1/9), 100 anggota DPRD Jabar terpilih periode 2014- 2019 dilantik di Gedung Merdeka, Kota Bandung. Pekerjaan Rumah pun menanti mereka membangun Jabar masa depan.
ASPIRASI + Indeks