Jumat, 24 Oktober 2014 | 17:15 WIB
EKONOMI

Produsen Atap Bitumen Asal Jerman Bidik Bandung

Oleh: Astri Agustina
Ekbis - Kamis, 22 November 2012 | 18:42 WIB
Atap Bitumen

INILAH.COM, Bandung - Produsen atap bitumen asal Jerman, PT Gutta membidik Bandung sebagai pasar baru yang diyakini berpotensi besar dalam hal penjualan.

Dipilihnya Bandung sebagai pangsa pasar baru produk atap bitumen, dilatarbelakangi pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat, khususnya bagi produk atap bitumen.

“Bila dilihat di Bandung ini pertumbuhan ekonominya sangat pesat. Bukan hanya perumahan, Bandung ini juga merupakan basis industri terbesar bagi yang merupakan pasar atap bitumen,” ujar Commercial Director PT Gutta Indonesia Doddy Indra Prasetia di The Papandayan Hotel Kota Bandung, Kamis (22/11/2012).

Penjualan atap bitumen di Jabar, khususnya Bandung yang baru mulai dipasarkan hari ini, diyakini Doddy akan tebus pada target yang telah dibuat yakni 100 ribu m2 atap bitumen per tahun.

“Dengan membidik pasar untuk semua kalangan, saya yakin target penjualan di Bandung ini bisa terjual hingga hitungan 100 ribu m2 atap bitumen dalam setahun,” papar Doddy.

Hadirnya produk asal Jerman ini di Bandung, kata Doddy, tak akan berpengaruh pada pasar genteng yang telah ada saat ini. Karena segmen pasar atap bitumen diyakininya berbeda dengan pasar genteng konvensional yang terbuat dari tanah liat.

Sedangkan untuk target penjualan yang lebih luas, yakni di Indonesia, angka yang diharapkan adalah 1,2 juta m2 atap bitumen per tahun. Meski bisa dibilang baru karena umurnya masih delapan bulan berjalan di dalam negeri, Doddy yakin bisa mencapai target tersebut. [jul]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
TARIK-ULUR KABINET JOKOWI
PRESIDEN Jokowi masih belum mengumumkan susunan kabinetnya. Ada tarikmenarik kepentingan dalam proses seleksi.
ASPIRASI + Indeks