Minggu, 20 April 2014 | 15:15 WIB
LINGKAR BANDUNG

Dukungan APBD Kota/Kab Untuk Damkar Masih Minim

Oleh: Dani R Nugraha
Bandung raya - Jumat, 23 November 2012 | 13:24 WIB
Pemadam Kebakaran - inilah.com

INILAH.COM, Soreang - Hingga saat ini keberpihakan atau dukungan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) setiap daerah di Indonesia terhadap Pemadam Kebakaran masih minim.

Kepala Sub Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Kebakaran Direktorat Jendral Pemerintahan Umum Kemendagri, Ramses Hutagalung menyatakan, hingga saat ini dukungan APBD setiap daerah di Indonesia masih berkisar di angka 0,05%. Seharusnya, paling tidak sebesar 2% dari total APBD.

"Pemadam Kebakaran itu memiliki peran vital. Apalagi Indonesia, termasuk Jawa Barat adalah masuk ke dalam katagori ring of fire. Yakni wilayah yang memiliki daerah hutan, gunung merapi, pemukiman padat dan industri," kata Ramses Hutagalung di Soreang, Jumat (23/11/2012).

Padahal, setiap daerah menikmati bagi hasil dari pengelolaan alam dan berbagai sumber lainnya. Tapi sayangnya, jarang sekali daerah-daerah ini yang mau menyisihkannya untuk keperluan Pemadam Kebakaran.

"Misalnya di Dumai, mereka itu memiliki sumber daya dan pengelolaan alam yang besar dengan nilai triliunan rupiah. Tapi di sana juga ada berbagai macam ancaman, seperti kebakaran, asap, limbah beracun dan lain sebagainya. Sayangnya, mereka sangat minim mengaggarkan untuk keperluan Pemadam Kebakaran," jelasnya.

Idealnya, untuk ukuran sebuah kota di Indonesia, setiap luas 50 kilometer persegi terdapat satu Pos wilayah (poswil) Pemadam Kebakaran. Dimana dalam satu poswil, terdapat satu unit mobil pemadam lengkap dengan petugasnya. Sedangkan untuk daerah Kabupaten, idealnya setiap 100 kilo meter persegi, ada satu poswil Pemadam Kebakaran.

Meski belum ideal, tapi Ramses mengakui ada beberapa daerah di Indonesia yang telah memiliki personil maupun armada Pemadam Kebakaran yang memadai. Seperti DKI Jakarta, Tangerang, Depok, Kota Bandung, Medan, dan Surabaya.

"Kalau yang lainnya masih banyak yang dibawah standar. Seperti Subang, dari tiga unit armada yang beroperasi cuma satu. Lalu di Karawang, daerahnya padat penduduk dan banyak industri, tapi Pemadam Kebakaran ini cuma ada di level Kepala Seksi. Itu pun dengan personil yang tidak terlatih," sesalnya.

Saat ini, lanjut Ramses di Indonesia terdapat 17.339 personil petugas Pemadam Kebakaran. Jumlah tersebut, dirasa masih kurang. Mengingat, luas wilayah serta potensi kebakaran yang cukup tinggi.

"Kalau perhitungan ideal setiap daerah itu beda-beda, tergantung rasio potensinya. Namun yang pasti jumlah itu masih kurang," ucapnya.

Kedepannya, pihak Kemendagri tengah menggodok Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri), No 69/2012 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dalam SPM ini, nantinya mengatur berbagai hal terkait Pemadam Kebakaran, seperti standar kualitas SDM, peralatan, termasuk perlindungan asuransi jiwa personil lapangan.

"Saat ini masih di godok Permen-nya. Akhir tahun ini akan diajukan kepada Menteri," tandasnya.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
PATAHKAN MITOS GRESIK
DATANG ke Gresik, Persib Bandung mengusung ambisi ganda: mengakhiri rekor buruk sekaligus merebut kembali posisi puncak.
KARIKATUR + Indeks