Sabtu, 23 Agustus 2014 | 16:25 WIB
LINTAS JABAR

Musim Rendeng, 3 Varietas Padi Ini Cocok Digunakan

Oleh: Asep Mulyana
Pantura - Jumat, 23 November 2012 | 16:32 WIB
ilustrasi - inilah.com

INILAH.COM, Karawang - Selama beberapa hari terakhir, curah hujan yang turun di sejumlah daerah mulai intensif. Petani di Karawang tentu menyambut kondisi seperti ini.

Pasalnya, mereka akan bersiap-siap untuk segera turun ke sawah. Namun, Dinas Pertanian Karawang mengimbau petani untuk menggunakan benih padi yang tahan terhadap air serta hama.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang Nachrowi M Nur, ada tiga varietas padi yang disarankan oleh dinas dikala musim penghujan ini. Antara lain, benih jenis Inpari 14, Mekongga, dan Ciherang. Ketiga varietas itu, dinilai sangat cocok ditanam saat musim penghujan ini.

“Tiga varietas itu cocok digunakan di musim penghujan. Alasan utamanya, tiga varietas itu agak tahan terhadap hama,” kata Nachrowi, Jumat (23/11).

Menurutnya, seiring dengan tingginya curah hujan, maka akan mengundang berbagai hama, seperti wereng, kupu-kupu putih, serta tikus. Mengingat, hama tersebut tentunya akan mengganggu perkembangan padi yang telah ditanam petani.

“Selain itu, khusus untuk Inpari 14 selain agak tahan hama, juga tahan terhadap kelebihan kadar air. Tak hanya itu, varietas ini memiliki masa tanam yang lebih pendek. Sekitar tiga bulan, bisa dipanen,” jelasnya.

Dengan begitu, varietas ini bisa digunakan petani. Mengingat, bila musim penghujan wilayah Karawang ini tidak terlepas dari kasus kebanjiran. Jadi, bila sekarang petani bisa mengejar keterlambatan tanam musim rendeng, lalu mereka menggunakan varietas Inpari 14 maka tiga bulan ke depan bisa segera panen. Sedangkan, untuk varietas lainnya waktu panennya agak lama, antara 110 sampai 130 hari.

Selain persoalan itu, sambung dia, tiga varietas tersebut banyak tersedia di pasaran. Bahkan, stoknya cukup. Jadi, petani tidak akan kesulitan mencarinya. Tak hanya itu, rata-rata hasil produksi dari tiga varietas tersebut lebih tinggi dibanding varietas yang lain. Yaitu, minimal enam ton gabah kering pungut (GKP) per hektarenya.

Sementara itu, petani asal Desa Lemah Duhur, Kecamatan Tempuran, Ijam Sujana mengaku, varietas yang dinilai cocok selama musim rendeng, yaitu Mekongga, Ciherang, Bima dan Si Denuk. Dari empat varietas tersebut, yang paling tahan terhadap kelebihan air dan hama yakni Bima. “Petani di Tempuran, mayoritas menggunakan empat varietas tersebut,” jelasnya.[jul]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
LAGA PENENTU
PERSIB akan mengakhiri laga kandang di babak penyisihan grup wilayah barat ISL, Minggu (24/8). Di Stadion si Jalak Harupat, Maung Bandung menjamu Persik Kediri.
KARIKATUR + Indeks