Jumat, 18 April 2014 | 23:08 WIB
LINTAS JABAR

Jalan Rusak Parah, 1.600 KK di Karawang Terisolir

Oleh: Asep Mulyana
Pantura - Minggu, 25 November 2012 | 17:20 WIB
inilah.com/Andriansyah

INILAH.COM, Karawang - Sedikitnya 1.600 kepala keluarga (KK) yang tinggal di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karangan masih terisolir. Hal tersebut dampak dari akses jalan yang menghubungkan wilayah itu dalam kondisi rusak parah. Jalan kabupaten yang rusak tersebut, panjangnya sekitar sembilan kilometer dengan lebar enam meter.

Kepala Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Rosmilah mengatakan, jalan yang rusak di wilayahnya sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Rusaknya jalan menghambat aktivitas warga dan memperburuk roda perekonomian masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan nelayan. Hasil bumi maupun hasil tangkapan mereka pun harus dijual dengan harga murah akibat buruknya akses jalan.

“Karena jalannya rusak, hasil bumi dan tangkapan laut warga desa kami tak punya posisi tawar yang tinggi. Sebab, banyak bandar yang malas mendatangi desa ini,” ujar Rosmilah saat dihubungi melalui selulernya, Minggu (25/11/2012).

Diakui Rosmilah, dengan rusaknya akses jalan ini seolah-olah desa ini tidak ada. Desa tersebut pun, hampir. tak tersentuh pembangunan. Kalaupun ada, hanyalah sebagian kecil bila dibandingkan dengan desa lainnya.

“Jalan pernah diperbaiki pada enam tahun lalu dan itu pun hanya sekitar 400 meter dari total 9 kilometer. Kondisinya sekarang tak kalah buruk dengan jalan sebelumnya. Jalan pun sangat sulit dilalui kendaraan. Terutama, roda empat. Selain berlumpur, kondisnya berbatu dan berlubang,” cetusnya.

Untuk mencapai kota kecamatan, penduduk Sedari harus menempuh jarak sekitar 30 kilometer dengan waktu tempuh mencapai satu jam. Sedangkan ke kota kabupaten, jaraknya sekitar 50 kilometer dengan waktu tempuh 2,5 jam.

“Sepertinya, jalan yang bagus hanya hayalan penduduk Sedari. Mengingat, sampai saat ini pemerintah setempat belum memprioritaskan percepatan pembangunan di wilayah ini,” keluhnya.

Rosmilah berharap, perbaikan akses jalan tidak sekedar pengerasan saja. Melainkan lebih permanen atau, idealnya, jalan beton supaya tahan dalam kurun waktu yang cukup lama.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Karawang, Nurlela Saripin membenarkan jika Desa Sedari masih terisolir hingga kini. Padahal, sejak 40 tahun yang lalu desa tersebut sudah berdampingan dengan kegiatan eksploitasi minyak bumi. Akan tetapi, kegiatan itu tak berdampak signifikan terhadap perbaikan infrastruktur jalan.

“Tetap saja, akses jalan ke desa itu rusak. Dengan kondisi ini, membuktikan bila desa yang berada di paling utara Karawang ini masih tertinggal. Selain jalan yang menghubungkan Sedari-Srikamulyan, jalan lainnya tak kalah buruknya. Yaitu, jalan yang menghubungkan ke Desa Cemarajaya. Dimana jalan sepanjang lima kilometer tersebut, kondisinya juga rusak parah,”jelasnya.

Sebenarnya, pada 2008 lalu telah muncul perencanaan alokasi kebutuhan perbaikan jalan sepanjang sembilan kilometer itu. Bahkan, detail enginering design (DED) sudah ada. Akan tetapi, hingga kini perbaikan itu tak juga terealisasi.

Diakui dia, pada 2012 ini ada alokasi untuk perbaikan jalan tersebut. Namun, alokasinya hanya untuk 400 meter. Padahal, kebutuhannya mencapai sembilan kilometer. Dengan begitu, percepatan pembangunan di wilayah ini akan sangat sulit selama pemerintah belum memprioritaskan anggaran untuk memperbaiki akses jalan tersebut.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Moral Runtuh, Pembunuhan Marak
DALAM waktu berdekatan, polisi ketiban dua kasus pembunuhan keluarga.
KARIKATUR + Indeks