Senin, 1 September 2014 | 18:17 WIB
PENDIDIKAN

Ada yang Tewas, SM3T akan Tetap Diteruskan

Oleh: Evi Damayanti
Perguruan tinggi - Sabtu, 8 Desember 2012 | 15:46 WIB
inilah.com/Evi Damayanti

INILAH,Bandung- Kejadian yang mengakibatkan peserta program Sarjana Mengajar di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) tewas saat bertugas di Aceh Timur, diakui Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Prof DR Djoko Santoso merupakan bencana yang kedua kalinya.

"Sebelumnya terjadi di pantai di Nusa Tenggara Timur dan ini yang kedua kalinya," jelas Djoko usai prosesi penyerahan jenazah almarhum Geugeut Zaludiosanua Annafi S.Pd alumni Jurusan Pendidikan kepelatihan FPOK UPI, di Mesjid Al Furqon UPI, Sabtu (8/12/2012).

Djoko mengungkapan, secara hukum kejadian tragis itu adalah musibah namun menjadi pembelajaran bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar ke depan memberikan pembekalan kelengkapan keahlian khusus bagi para peserta SM3T tersebut.

"Ia harus dibekali, agar lebih baik lagi saat melaksanakan tugasnya," ucapnya kembali.

Djoko pun menyampaikan bahwa SM3T memang program bagi guru yang maun ditempatkan di daerah terdepan, terluar dan tertinggal, sehingga infrastrukturnya memang belum sebagus seperti di Kota.

Pembekalaan keahlian khusus sangat dibutuhkan, bahkan Kemendikbud akan melakukan identifikasi daerah tertinggal itu agar diketahui berbagai masalahnya.

"Nanti kami diskusikan dengan perguruan tinggi, kelengkapan apa saja yang harus dilsediakan saat akan mengirim anak-anak itu," paparnya.

Disinggung selama ini apakah peserta diberitahukan soal kondisi di lapangan, Djoko membenarkannya bahwa sebelum terjun ke lapangan, peserta program SM3T terlebih dulu mendapat bimbingan.

"Kami sudah sampaikan kondisinya begini begitu, namun ternyata mereka (mahasiswa/sarjana) selalu siap jauh lebih siap dari kami. Mereka itu bukan khawatir dengan kondisi itu, malah bersemangat menanyakan kapan akan diberangkatkan, semangatnya cukup tinggi," ucapnya lagi.

Djoko pun mengakui adanya SM3T itu berdampak positif bagi bangsa terutama daerah tertinggal itu, pasalnya kehadiran SM3T diyakini membawa suasana baru di daerah yang didatangi SM3T itu.

"Asalnya menejemen sekolah itu tidak rapi jadi rapi, guru dan murid asalnya jauh ada mereka jadi dekat. Di sisi lain mereka juga memelopori pengumpulan data sekolah sehingga memudahkan kami melakukan evaluasi," tandas Djoko seraya mengatakan program pengiriman SM3T itu tetap akan dilanjutkan tahun depan.

Ditempat yang sama Rektor UPI Prof DR Sunaryo Kartadinata M.Pd mengatakan, alumni SM3T tahun lalu saat ini tengah melanjutkan sekolah profesi guru. [ito]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Tugas Lama DPRD Baru
HARI ini, Senin (1/9), 100 anggota DPRD Jabar terpilih periode 2014- 2019 dilantik di Gedung Merdeka, Kota Bandung. Pekerjaan Rumah pun menanti mereka membangun Jabar masa depan.
ASPIRASI + Indeks