Selasa, 23 September 2014 | 19:18 WIB
LINTAS JABAR

RAPBD Sumedang 2013 Punya Dua Kendala

Oleh: Vera Suciati
Priangan - Minggu, 9 Desember 2012 | 19:44 WIB
inilah.com

INILAH, Sumedang - Dalam fungsinya untuk mendistribusi, mengalokasi, dan menstabilkan keuangan, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Sumedang 2013 mempunyai dua kendala.

Kendala pertama adalah kendala bagaimana menyerasikan, menyinergikan dan memformulasikan kesenjangan yang sangat lebar antara kebutuhan fiskal daerah yang tertuang dalam RKPD dengan kemampuan fiskal daerah yang tertuang dalam KUA dan PPAS yang harus harus selaras dan konsisten dengan setiap tahapan RPJMD.

“Hal ini sering terdistorsi dan tereduksi oleh kesepakatan politik antara pemkab dan DPRD sebagai lembaga yang mempunyai kekuatan langsung untuk merancang bangun APBD,” kata Sekretaris Partai Golkar Anye Widuri, Minggu (9/12/2012).

Kendala kedua, lanjut Anye, adalah bagaimana menyeimbangkan antara kontruksi dan struktur serta postur APBD dengan kondisi faktual output maupun outcome dari keseluruhan gerak pelaskanaan APBD agar fokus programnya serta tidak terpecah sehingga secara nyata bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kendala ini semakin terlihat jika RAPBD 2013 yang nanti akan menjadi definitif menjadi APBD 2013 tidak bisa menyelesaikan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2008-2013, dimana pada 2013 nanti merupakan tahun terakhir target RPJMD.

“APBD 2013 merupakan tahun terakhir pelaksanaan RPJMD 2008-2013. Isu krusial yang menjadi prioritas selama pelaksanaan RPJMD adalah berkaitan dengan kondisi infrastruktur di Sumedang yang belum memadai, sehingga tema pembangunan pada tahun terakhir pelaksanaan RPJMD pun masih berkaitan dengan pemantapan pengelolaan infrastruktur dan layanan dasar dalam kerangka satu perencanaan untuk semua,” kata Atang Setiawan, Sekretaris Fraksi PDIP.

Menurut Atang, APBD 2013 idealnya telah mampu menuntaskan tuntutan masyarakat akan tersedianya fasilitas infrastruktur yang memadai dan fasilitas dasar terutama kesehatan dan pendidikan yang mudah dan murah segera terwujud,” kata Atang.

Namun, jika melihat beberapa catatan target RPJMD sampai dengan akhir 2012, memang masih menyisakan beberapa target yang belum tercapai. Disebutkan Atang, beberapa hal yang menghambat pencapaian target RPJMD di antaranya kondisi fiskal yang dimiliki masih sangat terbatas. Disamping itu, postur APBD yang ada kurang ideal, dimana proporsi belanja tidak langsug yang jauh lebih besar dibandingkan belanja tidak langsung.

“Alokasi untuk membiayai program dan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat relatif sangat terbatas, kondisi inilah yang harus diupayakan agar proporsi belanja tidak langsung dan belanja langsung bisa seimbang,” kata Atang.[jul]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Jabar Genjot Lima Pajak
PEMPROV Jabar menggenjot lima pungutan pajak. Tujuannya, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
ASPIRASI + Indeks