Selasa, 25 November 2014 | 00:39 WIB
SERBA-SERBI

'Ayam Pelung' di Cianjur Bakal Pecahkan Rekor MURI

Oleh: Benny Bastiandy
Serba-serbi - Senin, 10 Desember 2012 | 16:59 WIB
Sebuah rangka bambu berpola seekor ayam yang sebagiannya sudah dipasangi kain perca batik - inilah.com/Benny Bastiandy

INILAH, Cianjur - Sebuah rangka bambu berpola seekor ayam yang sebagiannya sudah dipasangi kain perca batik, terpampang tepat di pintu masuk utama Palace Hotel Cipanas. Dua orang remaja tampak asyik menempeli kain perca batik itu pada bagian kaki ayam itu.

Keberadaannya cukup menarik perhatian para pengunjung hotel. Bahkan beberapa di antara pengunjung mencoba berinteraksi dengan remaja itu. Usut punya usut, rangka bambu itu merupakan replika ayam pelung yang direncanakan akan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai yang tertinggi dan mengakomodasi kain batik perca dari berbagai wilayah di Indonesia.

General Manager Palace Hotel Wiwin Suyasa mengatakan dibuatnya replika ayam pelung dengan tinggi mencapai 6 meter itu merupakan bentuk apresiasi melestarikan kebudayaan Jawa Barat, khususnya Kabupaten Cianjur.

Di penghujung akhir tahun, Palace Hotel yang menggandeng para remaja dari Komunitas Remaja Batik Indonesia (KRBI), berkeinginan mempersembahkan sesuatu yang bisa dikenal dan dikenang masyarakat luas.

"Kami mengambil temanya Ayam Pelung Manggung. Tujuannya, mengangkat citra Kabupaten Cianjur tidak hanya sebagai penghasil beras, juga dikenal dengan batiknya dan berbagai seni-budaya lainnya, terutama Ayam Pelung sebagai sebuah plasma nutfah ikon khas Kabupaten Cianjur," kata Wiwin diamini Ketua Umum KRBI, Thiar.

Director of Sales Palace Hotel Dewi Deliana mengatakan replika ayam pelung batik tertinggi ini akan diklasifikasikan dan tercatat di MURI sebagai yang tertinggi terbuat dari kain perca batik. Replikanya dibuat dengan ketinggian 6 meter menggunakan bambu. Tujuannya menjaga keseimbangan lingkungan sehingga tidak mencemari lingkungan.

"Pembuatannya dikonsep dengan menempelkan kain-kain perca batik. Tidak hanya dari Cianjur, tapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Ini sebagai penegasan kepada dunia internasional bahwa batik merupakan kekayaan budaya Indonesia yang harus selalu dijaga dan dibanggakan. Kain perca batik yang kami kumpulkan berasal dari Pekalongan, Madura, Lampung, Jambi, Solo, dan Yogyakarta," kata Dewi.

Selain menampilkan replika ayam pelung, berbagai kegiatan lain juga akan memeriahkan acara Ceremony and Exhibition tanggal 28 Desember 2012 mendatang. Acara diawali saresehan dan dongeng analog dengan mengundang 100 pelajar dan mahasiswa di Cianjur, bazzar, workshop membatik, serta musik dan tarian tradisional. Acaranya sendiri direncanakan akan dihadiri dan diresmikan Jaya Suprana (Ketua Dewan MURI) dan Netty Heryawan (Istri Gubernur Jawa Barat, serta instansi Pemkab Cianjur.

"Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menambah kecintaan masyarakat terhadap budaya bangsa. Dampaknya akan dirasakan positif bagi semua kalangan, terutama generasi muda. Kabupaten Cianjur sendiri bisa lebih dikenal lagi karena kebudayaan uniknya. Mudah-mudahan ini bisa mengundang lebih banyak wisatawan lokal, domestik, maupun mancanegara yang berkunjung ke Cipanas," pungkasnya.[jul]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
PERSIB PERTAHANKAN TIM JUARA
KEPUTUSAN itu akhirnya muncul. Djadjang Nurdjaman tetap melatih Persib selama satu musim. Pria yang akrab disapa Djanur itu pun mempertahankan tim juara.
ASPIRASI + Indeks