Sabtu, 20 Desember 2014 | 18:28 WIB
PENDIDIKAN

Sejumlah LSM Kritisi Pendidikan di Kota Bandung

Oleh: Evi Damayanti
Umum - Selasa, 25 Desember 2012 | 14:40 WIB
blogspot.com

INILAH, Bandung- Sejumlah LSM Pendidikan Kota Bandung mengkritisi permasalahan pendidikan di Kota Bandung yang cenderung menurun dan tak ada perubahan berarti.

Lembaga Advokasi Pendidikan, Dedi Gusdiar mengatakan, banyak penemuan para kepsek, tenaga pendidik dan staf karyawan sekolah negeri yang melakukan rekreasi pada saat agenda sekolah masih berlangsung. Akibatnya banyak kegiatan peserta didik menjadi tertunda.

"Fakta menunjukan, empat hari sebelum pembagiaan raport, guru dan kepala sekolah termaksuk komite dan unsur Disdik Kota Bandung berangkat ke Thailand. Padahal masih di kalender sekolah alias belum libur," jelas Dedi.

Begitu pun dengan bagian tata usaha di lingkungan sekolah yang sebagian besar berangkat ke Bali.

"Menurut kami kontrol pengawasan dari Disdik tidak berjalan. Atau ada proses pemakluman terhadap hal ini. Sebagian besar kepsek merasa dlindungi disdik, kalau ini dibiarkan maka keterpurukan pendidikan kota Bandung akan terjadi," papar Dedi.

Selain pembiaran, kebijakan Pemkot Bandung terhadap pendidikan pun diakui para anggota Koalisi Pendidikan Kota Bandung (KPKB) cenderung mundur. Ruly Hendayana dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Bahtera menyebutkan, banyak anak jalanan memilih putus sekolah karena biaya sekolah bagi mereka masih terhitung mahal.

"Gara-garanya tidak bisa beli LKS. Ini menandakan belum ada perubahan dari kebjakan pendidikan Kota Bandung. Kami mendorong, anak-anak sekolah di formal tetapi ujung-ujungnya masuk paket atau non formal," jelas Ruly.

Ditambahkan LSM Kalyanamandira, Dan Satriatna, KPKB mencoba memecahkan mitos anggaran pendidikan tidak transparan. "Semua data keuangan yang kita minta harus terbuka, tetapi tampaknya disdik tidak legowo untuk data yang sifatnya terbuka dan malah mengajukan gugatan keberataan. Tidak ada niat baik dinas pendidikan untuk membuka anggaran pendidikan. Jangankan kepada orang tua yang minta formal pun sulit," tegas Dan seraya mengatakan Disdik selalu berpendapat data itu ada namun rahasia.

Untuk itu, lanjutnya, tak salah jika KPKB menyimpulkan prestasi buruk pendidikan kota Badung dipertahankan. Pasalnya, hal ini sudah terjadi selama 10 tahun namun tidak pernah berubah.

"Sudah banyak rekomendasi agar Kadisdik diganti tapi tetap dipertahankan, kami tidak tahu alasannya. Bicara kinerja tidak dihitung secara administratif, tapi akuntabilitas publik. Masyarakat kota Bandung dari tahun ke tahun tidak pernah puas terhadap kualitas pendidikan tetapi pemimpinnya malah terus dipertahankan. Harus ada pergantian pimpinan di kota Bandung dan juga pimpinan pendidikan kota bandung," tandasnya.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BANJIR RENDAM TUJUH KECAMATAN
PUTING beliung pergi, banjir datang menyongsong. Tujuh kecamatan di Kabupaten Bandung tergenang air.
ASPIRASI + Indeks