Kamis, 28 Agustus 2014 | 08:05 WIB
LINTAS JABAR

Dari Terompet, Rasita-Aunah Raup Puluhan Juta

Oleh: Muhamad Syahri Romdhon
Pantura - Selasa, 25 Desember 2012 | 22:50 WIB
inilah.com/Muhamad Syahri Romdhon

INILAH, Cirebon - Tersisa enam hari lagi untuk memasuki pergantian tahun 2013. Berbagai cara dipersiapkan untuk meramaikan momen tahunan itu. Salah satunya terompet.

Di Kabupaten Cirebon, Terompet Naga asal Jamblang banyak diburu orang karena menjadi atribut yang tak terpisahkan dalam perayaan pergantian tahun baru.

Suasana itu tergambar di rumah Rasita (42) dan Sri Aunah (30) warga Blok Tegalan, Desa Jamblang, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon. Sepasang suami istri itu sudah

belasan tahun menjalani usaha pembuat mainan terompet. Walaupun mainan terompet sebagai barang dagangan musiman, dari usaha itu merekan berhasil meraup keuntungan

puluhan juta rupiah.

"Kalau boleh dibilang, usaha ini sudah turun temurun dari orang tua saya. Tapi kalau bapak, pembuat mainan dari tanah lempung, dan berbagai mainan lainnya. Kalau

membuat mainan terompet sudah berjalan lebih dari 15 tahun," kata Sri Aunah saat ditemui INILAH di rumahnya, Selasa (25/12) siang.

Aunah menjelaskan, ia bersama suaminya memproduksi trompet dengan berbagai jenis tampilan. Bahkan, hampir tiap tahun ia berusaha menciptakan terompet dengan tampilan

baru yang lebih kreatif. Hal tersebut guna menarik perhatian pelanggan dan konsumen.

"Dari jenis terompet yang standar sampai yang banyak variasinnya. Tapi yang cepat habis terjual terompet jenis naga. Bebagai daerah rata-rata meminta jenis terompet naga," tambahnya.

Hasil kreatifitas pasangan suami istri, Rasita dan Aunah ini tidak hanya dibeli sampai Pemalang, Jawa Tengah. Walau hanya ramai pada musim pergantian tahun baru, terompet Rasita dikirim hingga Surabaya, Jawa Timur, bahkan hingga luar pulau Jawa, di antaranya Palembang, Jambi, Kalimantan, dan Batam. Pengiriman rata-rata mencapai pengiriman 700 - 1000 kodi. Dan yang paling banyak ke daerah Bandung, Bogor, Jakarta, Purwakarta, hingga Surabaya.

Rasita dan istrinya sudah menjadi perajin terompet sejak puluhan tahun. Saat volume pemesanan tinggi, ia memulai produksi pada bulan Mei, dan berakhir pada tanggal 30 Desember. Ia menjual berbagai terompet, jenis biasa Rp7.000 perkodi, Sompret Dot Rp25.000, jenis Kupu-kupu Rp65.000, jenis Naga Rp70.000, Jenis Burung Rp110.000, hingga jenis terbaru Angry Bird Rp70.000. "Kadang kami kewalahan kalau banyak pesanan, enam orang sangat kurang untuk menyelesaikan pesanan. Makanya, kami sering dibantu warga sekitar," tambahnya.

Untuk jumlah pemesanan, Rasita mengaku pada tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Saat pergantian tahun 2012, ia berhasil memproduksi dan

mengimkan terompet sejumlah 2.500 kodi. Namun, kali ini hingga tanggal 25, ia baru berhasil mengirimkan terompet sekitar 17.000 kodi.

"Beberapa pesanan di luar pulau jawa mengaku stok terompet tahun lalu masih tersisa. jadinya mereka tidak minta dikirim dulu," ujarnya.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
ANTREAN BBM KIAN MENGGILA
SEJUMLAH SPBU di Kota Bandung mengalami kekosongan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium subsidi, Selasa (26/8). Polisi pun siap menindak para penimbun.
ASPIRASI + Indeks