Senin, 22 Desember 2014 | 18:59 WIB
LINTAS JABAR

Di Sumedang, Harga Ayam Potong Mulai Naik

Oleh: Vera Suciati
Priangan - Jumat, 4 Januari 2013 | 19:55 WIB
inilah.com

INILAH, Sumedang - Di Sumedang, harga ayam potong di pasar tradisional sudah mulai merangkak naik. Sebelumnya, harga ayam potong sebesar Rp26.000 perkilogram, dan kini menjadi Rp28.000 dampai Rp30.000 perkilogramnya.

Menurut sejumlah pedagang ayam, harga naik akibat pasokan ayam dari peternak ke pedagang di pasar berkurang. “Harga ayam potong sudah naik sejak minggu lalu, kenaikannya mencapai Rp2.000 sampai Rp4.000,” kata Iin (35), pedagang ayam di pasar tradisional Sumedang, Jumat (4/1/2013).

Namun meski harga jualnya naik, jumlah pembeli belum berkurang. Rata-rata penjualan para pedagang ayam di pasar ini masih berada di angka 2 kuintal perharinya. “Pembeli masih banyak, tapi nggak tahu kalau terus menerus naik,” kata Iin.

Berkurangnya penjualan ayam dari peternak dibenarkan salah satu peternak ayam, di Dusun Cimirun, Desa Cikareo Selatan, Kecamatan Wado, Dadang. Menurut Dadang, memasuki musim penghujan kali ini banyak ayam yang mati karena tak tahan dengan perubahan iklim yang drastis.

“Memang karena perubahan iklim itu membuat suhu yang berubah hingga banyak ayam yang mati, karena daya tahan tubuhnya yang kurang. Dengan demikian kami hanya bisa menjual sedikit,” kata Dadang.

Namun Dadang menegaskan, peternak belum menaikkan harga jual ayam. Diduga, harga ayam dinaikkan oleh pengumpul ayam atau distributor dari peternak ke pedagang di pasar.

“Mereka memang dijatah ayam dengan jumlah sedikit. Tujuannya, agar semua distributor atau pengumpul kebagian semuanya. Mungkin oleh mereka dijadikan kesempatan untuk menaikkan harga jualnya ke para pedagang ayam di pasar,” kata Dadang yang menyebutkan pihaknya tidak akan kebagian untung dari kenaikan harga tersebut justru merugi karena ayamnya banyak yang mati.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
5.000 WARGA MENGUNGSI
HAMPIR 5.000 warga mengungsi karena banjir. Pemerintah diminta tidak berbelit-belit dalam menyalurkan bantuan.
ASPIRASI + Indeks