Kamis, 18 September 2014 | 22:42 WIB
LINTAS JABAR

Seribu Nelayan Rancabuaya Garut Gelar Syukuran

Oleh: Zainulmukhtar
Priangan - Selasa, 8 Januari 2013 | 16:04 WIB
ilustrasi - antarafoto.com\

INILAH, Garut - Kendati cuaca buruk, sekitar seribu nelayan di pantai selatan Garut tetap antusias menggelar pesta syukuran nelayan di Pantai Rancabuaya Kecamatan Caringin selama dua hari, Senin dan Selasa (7-8/1).

Praktis selama dua hari dua malam berturut-turut, berbagai keramaian perlombaan, hiburan, serta kegiatan sosial mewarnai salah satu kawasan obyek wisata pantai favorit di Kabupaten Garut tersebut. Acara antara lain diisi dengan tabligh akbar, aneka hiburan termasuk pentas dangdut pesisir, dan pagelaran wayang golek dengan dalang Asep Sunandar Sunarya pada malam penutupan kegiatan.

"Kita juga menggelar kegiatan sosial pengobatan gratis kerja sama HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) dengan Organda (Organisasi Angkutan Darat) selama dua hari berturut-turut," kata Sekretaris Jenderal HNSI Kabupaten Garut Lukman Nulhakim, Selasa (8/1).

Menurut Lukman, syukuran nelayan digelar bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai karunianya, khususnya limpahan potensi kekayaan laut, terhadap kehidupan para nelayan selaman ini. Kendati saat ini cuaca sedang buruk, bahkan memasuki angin barat. Badai, hujan disertai angin kencang, dengan gelombang tinggi mulai sering terjadi.

Diharapkan para nelayan diselamatkan dari berbagai musibah laut serta ke depannya semakin dimudahkan dalam menangkap ikan di laut.
Dia menyebutkan ada sekitar seribu nelayan terlibat dalam syukuran nelayan tersebut.

"Pada November (2012) lalu juga kita gelar syukuran nelayan di pantai Santolo. Memang kesannya di Garut ada dua kali syukuran nelayan. Soalnya nelayan di Santolo dengan Rancabuaya sulit disatukan karena topografinya berjauhan, dan karaktek masyarakat nelayannya juga berbeda," terang Lukman.

Dia menyebutkan, berbeda dengan syukuran nelayan di Pantai Santolo yang dalam pelaksanaannya ada pawai ratusan perahu nelayan. Pada syukuran nelayan di pantai Rancabuaya, tidak ada pawai perahu. Soalnya cuaca sedang buruk dengan ombak besar. Sehingga dikhawatirkan jika dipaksakan ada pawai perahu, malah dapat membahayakan keselamatan jiwa para nelayan.

"Minggu kemarin saja, ada 4 perahu nelayan di pantai Santolo terbalik akibat diterjang ombak, dan dua hari lalu, satu perahu juga terbalik di pantai Rancabuaya. Untungnya semua nelayan selamat. Barang-barang juga dapat diselamatkan, serta perahu bisa ditarik lagi ke darat," ujar Lukman.

Ribuan warga, terutama dari kecamatan-kecamatan di wilayah selatan Garut berdatangan menyaksikan syukuran nelayan di pantai Rancabuaya tersebut. Mereka antara lain dari Kecamatan Bungbulang, Pakenjeng, Cisewu, Caringin, Cikelet, Pameungpeuk, dan Cibalong.[jul]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Emil Ogah Dampingi Ahok
RIDWAN Kamil mengaku cinta Kota Bandung. Dia bakal menolak andai mendapat tawaran menjadi Wagub DKI Jakarta. “Saya mah cinta Bandung,” kata Emil.
ASPIRASI + Indeks