Sabtu, 25 Oktober 2014 | 14:43 WIB
LINTAS JABAR

Suplai Tersendat, Harga Sayuran di Purwakarta Naik

Oleh: Asep Mulyana
Pantura - Jumat, 18 Januari 2013 | 16:54 WIB
inilah.com

INILAH, Purwakarta - Sejumlah pedagang sayur di pasar tradisional di Purwakarta merasakan dampak tingginya curah hujan akhir-akhir ini.

Stok sayuran terancam langka. Pasalnya, suplai sayuran ini mulai tersendat. Kondisi ini, disebabkan curah hujan yang tinggi.

Salah satu pedagang sayur di Pasar Rebo, Siti Aisyah mengatakan saat ini suplai sayuran masih tetap ada. Namun, stok pengirimannya berkurang dari hari normal. Bahkan, karena kelangkaan ini harganya mengalami kenaikan.

“Jadi yang biasanya pengirimannya banyak, saat ini hanya setengahnya saja. Kondisi ini akibat cuaca buruk,” kata Aisah, Jumat (18/1).

Dia mengatakan sayuran yang mengalami kenaikan secara signifikan itu, di antaranya cabai merah, kol, wortel, cabai rawit, serta tomat. Adapun untuk harga cabai merah saat ini mencapai Rp24 ribu per kg, padahal tadinya hanya Rp20 ribu per kg. Sedangkan untuk cabai rawit, harganya Rp16 ribu per kg dari sebelumnya Rp14 ribu.

Untuk sayuran, kol harganya naik jadi Rp7.000 dari sebelumnya Rp5.000 per kg. Begitu pula dengan tomat, yang tadinya hanya Rp6.000, sekarang menjadi Rp7.000 per kg. kemudian harga wortel juga naik drastis, dari Rp10 ribu menjadi Rp14 ribu per kg.

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Leuwi Panjang Purwakarta Yani Swakotama membenarkan dengan kondisi tersebut. Menurut dia, sayuran yang dikirim ke Purwakarta berasal dari Pasar Induk Caringin Bandung dan Pasar Induk Cibitung. Saat ini, distribusinya mengalami keterlambatan akibat curah hujan yang cukup tinggi.

“Stok yang dikirim saat ini berkurang. Makanya beberapa jenis sayuran mengalami kenaikan,” ujar Yani.

Dia mengakui akibat kenaikan serta langkanya suplai sayuran ini, membuat sedikitnya 30 pedang sayuran gulung tikar. Mereka memilih berhenti berniaga untuk sementara waktu. Menurutnya, jika kondisi cuaca buruk ini berlangsung lama, maka sayuran yang suplainya tersendat tersebut terancam langka.[jul]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
TARIK-ULUR KABINET JOKOWI
PRESIDEN Jokowi masih belum mengumumkan susunan kabinetnya. Ada tarikmenarik kepentingan dalam proses seleksi.
ASPIRASI + Indeks