Senin, 22 September 2014 | 01:06 WIB
LINTAS JABAR

Inilah 10 Bakal Calon Bupati Garut Terpopuler

Oleh: Zainulmukhtar
Priangan - Senin, 21 Januari 2013 | 20:20 WIB

INILAH, Garut - Puluhan nama berminat jadi bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Garut pada 8 September 2013. Ada 10 nama yang dinilai paling populer di kalangan masyarakat.

Sejumlah lembaga pun mulai melakukan survei serta kajian, baik resmi maupun tidak resmi. Dari berbagai survei yang dilakukan, terjaring sejumlah nama yang berasal dari kalangan pejabat, politisi, akademisi, dan pengusaha, serta seniman.

Data dihimpun INILAH, setidaknya ada 10 nama yang dianggap paling populer di kalangan masyarakat Garut. Nama incumbent Bupati Garut Aceng HM Fikri berada di posisi pertama dengan popularitas 45%. Nama Aceng belakangan memang mencuat akibat kasus nikah sirinya dengan wanita di bawah umur.

Bertengger pada posisi kedua, praktisi hukum Rudi Gunawan dengan popularitas 14%. Pada Pemilukada 2009, politisi Partai Golkar ini pernah maju berpasangan dengan Oim Abdurrochim dari PDIP, namun kalah pada putaran kedua oleh pasangan Aceng-Diky Candra.

Posisi ketiga terpopuler diduduki anggota DPRD Jabar dari Fraksi PDIP Memo Hermawan yang juga mantan Wakil Bupati Garut periode 2004-2009, dengan popularitas 16%. Di bawah Memo, terdapat nama Wabup Garut Agus Hamdani (14%). Posisi selanjutnya mantan Ketua DPRD Garut periode 2004-2009 yang juga politisi PPP Dedi Suryadi (13%), aktivis LSM Laskar Indonesia Garut Dudi Supriadi (8%), Sekda Garut Iman Alirahman (7%), Kepala Desa Pasawahan yang juga politisi Partai Hanura Sherli Besi (6%), Pimpinan Pondok Pesantren Babussalam Sirojul Munir (5%), aktivis Badan Musyawarah Sunda Garut Uu Sumirat (4%). Dua nama selanjunya mendapat popularitas 3%, yakni Ketua DPRD Garut yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Garut Ahmad Bajuri dan Wakil Ketua DPRD Garut yang juga Ketua DPC PPP Garut Lucky Lukmansyah Trenggana.

Menurut praktisi kebijakan daerah, Sudirman, nama-nama balon Bupati dan Wabup Garut dianggap populer tersebut belum bisa dijadikan patokan mengukur tingkat elektabilitasnya. "Tolak ukur itu dari mana? Itu kan hanya berdasarkan popularitas atau dikenal masyarakat secara umum. Kalau hanya soal populer, pastinya Aceng HM Fikri sangat diuntungkan," ujar Sudirman, Senin (21/1/2013).

Suhardiman menilai sah-sah saja survei dan kajian terhadap para balon Bupati dan Wabup Garut mendatang dilakukan lembaga, kalangan akademisi, atau praktisi. Tapi, Sudirman mengingatkan, hal tersebut harus didukung tingkat integritas, moralitas, pola pikir, serta visi dan misinya yang jelas. "Bukan hanya numpang beken nama. Bergaya tapi tak berdaya,"tandasnya. [den]

Berita Lainnya
1 Komentar
riki @ Selasa, 22 Januari 2013 | 06:31 WIB Yg saya tau partai yg baru mengusung itu partai hanura.dan nama2 10 calon tadi baru 1 yg d usung partai,yg lain'y masih berperang merebutkan partai,misal'y PDI ada 2 calon,pa memo sama yogi.
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Jabar Awali Sejarah Monorel
SOFT launching monorel mewarnai pesta rakyat De Syukron 4 di Gedung Sate, Jumat (19/9). Gubernur Jabar Ahmad Heryawan berharap monorel tahap pertama rampung 2017.
ASPIRASI + Indeks