Kamis, 17 April 2014 | 02:11 WIB
LINTAS JABAR

Banjir Rob Masih Mengancam Pesisir Subang

Oleh: Zaenal Mutaqin
Pantura - Minggu, 27 Januari 2013 | 19:20 WIB
inilah/Zaenal Mutaqin

INILAH.COM, Subang - Banjir rob masih menjadi ancaman wilayah pesisir Kabupaten Subang. Banjir dari air laut ini biasa ditemukan di dua kecamatan yakni Kecamatan Blanakan dan Legon Kulon.

Ketua Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Subang Jajang Ahmad Muhaimin mengatakan, kendati hujan telah berhenti, banjir rob dipastikan tetap ada. "Banjir rob air laut yang langganan merendam rumah warga di dua kecamatan itu dipastikan akan tetap ada meskipun hujan berakhir," kata Jajang saat dihubungi INILAH.COM, Minggu (27/1/2013).

Dari pantauan, ketinggian air yang menggenang pemukiman warga mencapai 50 cm. Daerah rutin yang terhinggapi banjir rob, yakni Desa Muara Kecamatan Blanakan dan Desa Mayangan Kecamatan Legon Kulon.

"Banjir Rob di kawasan itu memang sudah menjadi rutinitas dan masyarakat pun sepertinya sudah terbiasa. Sehingga separah apapun banjir rob yang mendatangi , Mereka tetap tidak mau mengungsi," ujar Jajang.

Genangan air yang disebabkan banjir rob itu bersifat sementara. Jika memasuki malam hari, biasanya genangan air itu surut, namun memasuki pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, biasanya banjir meluap kembali. Banjir Rob itu, jelasnya ditemui di Kabupaten Subang sejak 4 tahun lalu. Meski demikian, Jajang mengatakan, hingga saat ini belum ada penanganan khusus dari Pemkab Subang.

Jajang menambahkan, meskipun BMKG dan BPBD Jabar menyatakan puncak musim penghujan terjadi pada Februari nanti, namun potensi banjir rob yang mengancam warga sulit diprediksi. "Perlu ada perbaikan infrastruktur untuk menangani luapan air pasang tersebut. Bahkan pengawasan lingkungan pun harus dipantau secara serius oleh Pemkab. Pasalnya, hingga kini area penghijauan (hutan mangrove) banyak yang sudah terpapas oleh lahan tambak warga," katanya. [den]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Menggapai Mimpi Citarum Bersih
MEDIA asing menyoroti pencemaran Sungai Citarum. Aktivis lingkungan pun pesismistis program Citarum bersih 2018 terwujud.
KARIKATUR + Indeks