Rabu, 1 Oktober 2014 | 17:14 WIB
PENDIDIKAN

Buku Bernada Vulgar Ditemukan di SMPN 23 Bandung

Oleh: Evi Damayanti
Umum - Senin, 28 Januari 2013 | 16:00 WIB
inilah.com/Evi Damayanti

INILAH, Bandung - Penemuan buku yang kurang layak kembali beredar di sekolah. Kali ini ditemukan di perpustakaan SMPN 23 Bandung yakni berupa buku bahasa Sunda bergambar vulgar dengan judul 'Ngeunah Keneh Inem' (Masih Enak Inem).

Pihak SMPN 23 mengaku belum mengetahui secara pasti asal muasal buku itu berasal. Pihaknya pun menjamin buku terbitan bulan Januari tahun 2007 karangan Taufik Rahman itu, belum beredar ke tangan siswa.

"Saya belum bisa berkomentar banyak karena belum tahu pasti bagaimana buku ini ada di sekolah kami. Seharusnya ada tiga cap yang menerangkan buku itu berasal dari mana atau dari siapa, tetapi karena ini baru satu cap yakni cap SMPN 23 kami menjamin buku ini belum beredar ke siswa," tegas wakil kepala SMPN 23 Bidang Umum, Maman Tisna, saat ditemu di sekolah, Jalan Pasar Andir, Senin (28/1/2012).

Menurut Maman, yang membutuhkan buku tersebut adalah guru bahasa Sunda. Oleh karena itu, dirinya akan mengklarifikasi terlebih dahulu ke guru yang bersangkutan.

"Kami akan tanyakan kepada guru bahasa Sunda. Guru memang membutuhkan buku itu untuk memberi wawasan bahasa Sunda kepada siswa, namun kami yakin buku ini belum dibaca anak apalagi disimpan di tempat yang tidak terjangkau anak," tegasnya.

Atas kejadian ini, kedepan pihaknya akan lebih selektif melakukan pemeriksaan khawatir ada buku lain serupa ditemukan. "Kami jelas menyesalkan penemuan ini dari sekian banyak buku yang diseleksi ternyata masih terjadi keteledoran," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan SMPN 23, Yudha Misnawati mengatakan, dia menemukan buku tersebut pada Sabtu (26/1/2013) lalu saat dirinya memeriksa beberapa buku. Karena gambarnya tidak pantas dibaca siswa, dia pun segera meneliti buku tersebut.

"Ya, gambarnya memang mencolok dan isinya memang lelucon bahasa Sunda tetapi terlalu vulgar dan bukan untuk siswa SMP," jelas Yudha yang mengaku baru beberapa bulan menjabat sebagai kepala perpustakan sekolah tersebut.

Buku tersebut terdapat 7 jilid setebal 152 halaman dan terbagi dalam 94 cerita. "Mulai halaman 10 ke atas isi buku sudah mulai tidak benar atau kurang pantas dibaca siswa, saya tidak tahu buku ini dari mana," jelas Yudha.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BBM Naik Rp3.000
PRESIDEN terpilih Joko Widodo sudah menyiapkan kado pertama pemerintahannya. November ini, harga bahan bakar minyak (BBM) akan naik Rp3.000.
ASPIRASI + Indeks