Jumat, 31 Oktober 2014 | 01:11 WIB
LINTAS JABAR

278 Bencana di Garut Sebabkan Kerugian Rp21 M

Oleh: Nul Zainulmukhtar
Priangan - Selasa, 29 Januari 2013 | 10:58 WIB
Longsor di Cikangkung - inilah.com/Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Sepanjang 2012, di Kabupaten Garut terjadi sedikitnya 278 kejadian bencana, didominasi kebakaran sebanyak 143 kasus.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Zatzat Munazat, didampingi Sekretaris, Yusep Ruslan, Selasa (29/1), berbagai kejadian bencana tersebut menimbulkan kerugian material sekitar Rp21.077.633.000.

Kejadian bencana menimpa sedikitnya 2.846 kepala keluarga (kk) atau setara 5.354 jiwa dengan 8 orang di antaranya meninggal dunia, 39 orang terluka, dan sedikitnya 166 kk atau setara 407 jiwa mengungsi.

Atas berbagai kejadian bencana tersebut, Ruslan mengimbau masyarakat senantiasa berhati-hati dan mewaspadai kemungkinan potensi bencana di masing-masing lingkungannya.

"Cermati berbagai situasi dan kondisi untuk mendeteksi kemungkinan potensi bencana terjadi, dan segera melapor ke pemerintahan setempat untuk secepatnya dilaporkan ke BPBD," harapnya.

Terkait penanganan bencana, Ruslan juga meminta semua pihak termasuk pemerintah desa/kelurahan, kecamatan, dan dinas instansi di lingkungan Pemkab Garut mendata secara cermat berbagai peristiwa yang terjadi.

"Tidak semua kejadian dengan dampak kerusakan itu terkatagori bencana. Seperti jembatan runtuh atau rumah roboh. Itu belum tentu bencana. Bisa jadi jembatan atau rumah itu roboh karena kondisinya sudah tua dan kurang perawatan," ingat Ruslan.

Berdasar data BPBD Garut, sepanjang 2012 itu terdapat sedikitnya 114 rumah hancur, 262 rumah rusak berat, 465 rumah rusak sedang, dan 1.382 rumah rusak ringan, 138 rumah terancam, dan 7 rumah terendam banjir.

Fasilitas lainnya yang turut terkena bencana antara lain 2 unit bangunan sekolah, 9 unit bangunan tempat ibadah, 330 hektare sawah, dan 11 hektare tanah.

Kejadian kebakaran selama 2012 menimpa sedikitnya 352 kk (681 jiwa), dengan sebanyak 6 orang meninggal dunia, 22 orang terluka, dan sedikitnya 22 kk (60 jiwa) mengungsi.

Ada sebanyak 85 rumah hancur, 234 rumah rusak berat, 33 rumah rusak sedang, dan 35 rumah rusak ringan, serta 2 unit tempat ibadah turut terbakar. Kerugian akibat kebakaran selama 2012 ini mencapai Rp15.595.340.000.

Selain kebakaran, tanah longsor juga terbilang terbanyak di antara kejadian bencana di Garut selama 2012, mencapai 66 kejadian, menimpa sebanyak 249 kk (387 jiwa). Tanah longsor menimbulkan korban sebanyak 6 orang di antaranya terluka, 34 kk (64 jiwa) mengungasi.

Berbagai kejadian tanah longsor menghancurkan sedikitnya 4 bangunan rumah, serta membuat sedikitnya 9 rumah rusak sedang, 11 rumah rusak ringan, dan 10 rumah terancam.

Tanah longsor tersebut juga menimpa sedikitnya 2 unit bangunan tempat ibadah, 30 hektare sawah, dan 8 hektare tanah. Kerugian akibat bencana longsor mencapai sekitar Rp2.114.000.000.

Angin puting beliung/topan juga banyak terjadi selama 2012, mencapai 44 kejadian, menimpa sedikitnya 2.088 kk (3.874 jiwa). Seorang di antara korban meninggal dunia, 3 orang terluka, dan sedikitnya 22 kk (66 jiwa) mengungsi.

Angin mengakibatkan 17 rumah hancur, 91 rumah rusak berat, 399 rumah rusak sedang, 1 rumah rusak ringan, dan 1.303 rumah terancam. Angin juga merusak sebuah bangunan sekolah, 4 bangunan tempat ibadah, dan 4 hektare tanah. Kerugian akibat kejadian angin puting beliung ditaksir Rp1.422.800.000.

Bencana banjir terjadi sebanyak 15 kejadian, menimpa 139 kk (350 jiwa). Akibatnya, seorang meninggal dunia, dan 18 kk (80 jiwa) mengungsi. Sedikitnya 7 rumah warga hancur, 9 rumah rusak berat, 2 rumah rusak sedang, 23 rumah rusak ringan, 1 bangunan sekolah serta 1 tempat ibadah serta 300 hektare sawah rusak. Kerugian akibat kejadian banjir ditaksir Rp1.035.493.000.[ito]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
DPR Kian Memprihatinkan
RICUH pemilihan pimpinan komisi DPR berbuntut. Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk pimpinan DPR tandingan.
ASPIRASI + Indeks