Sabtu, 20 Desember 2014 | 11:20 WIB
SERBA-SERBI

Ikan Raksasa Gemparkan Warga Garut

Oleh: Zainulmukhtar
Serba-serbi - Rabu, 6 Februari 2013 | 23:00 WIB
Tak hanya petai raksasa yang menggegerkan, temuan ikan raksasa di Sungai Cimanuk kembali mengusik ketenangan warga Garut, Rabu (6/2/2013). - inilah/Zaenulmukhtar

INILAH, Bandung - Tak hanya petai raksasa yang menggegerkan, temuan ikan raksasa di Sungai Cimanuk kembali mengusik ketenangan warga Garut, Rabu (6/2/2013).

Temuan ikan raksasa yang diduga jenis Gabus Amazon (Arapaima gigas), bahkan dikait-kaitkan dengan wacana pemecatan Bupati Garut Aceng HM Fikri. Terlebih, temuan ikan tersebut tak jauh dari kediaman Aceng HM Fikri.

Ikan langka berukuran panjang sekitar 1,67 meter, dengan berat sekitar 200 kilogram atau 2 kuintal, dan lingkaran badan sekitar 50 sentimeter itu ditemukan tepat di bawah jembatan Copong Jalan Jenderal Sudirman, sekitar 50 meter dari rumah tinggal pribadi Bupati Garut Aceng HM Fikri.

Warga menyebut ikan tersebut ikan kancra, jenis ikan khas sungai Cimanuk yang kini langka, bahkan terancam punah. Namun jika diperhatikan, fisik ikan tersebut lebih mirip ikan gabus raksasa daripada kancra. Perbedaan fisik dengan kancra terlihat dari bentuk kepala dan sirip pada bagian ekor.

Ikan aneh itu pertama kali ditemukan Rohman (59), warga RT 02/14 Kampung Copong. Rohman menemukan ikan tersebut saat bersama tiga rekannya, Mahpudin (52, Agus (47), dan Engkus (56), memancing ikan di sekitar aliran Sungai Cimanuk di bawah jembatan Copong pada Selasa (5/2) sore, menjelang Magrib.

Saat tengah asyik memancing, Rohman dan ketiga rekannya terkejut melihat seekor ikan besar muncul di atas permukaan sungai dengan kepala menengadah. "Saya kaget melihat ikan begitu besar dalam keadaan hidup menepi ke tepi sungai," ujar Rohman.

Bukannya gembira, Rohman dan rekan-rekannya malah ketakutan melihat ikan aneh berukuran sedemikian besar itu. Mereka tak berani mendekati lokasi ikan berada. Apalagi, bersamaan dengan itu, cuaca sudah mulai gelap seperti akan turun hujan.

Karena khawatir terjadi banjir bandang seperti dua hari sebelumnya, Rohman dan ketiga rekannya memutuskan meninggalkan lokasi tersebut, dan pulang ke masing-masing rumahnya.

Akan tetapi rasa penasaran dengan keberadaan ikan yang tak pernah dilihat seumur hidupnya itu, keesokan harinya, Rohman mengajak ketiga rekannya kembali ke lokasi ditemukannya ikan raksasa aneh itu. "Kami berempat memutuskan datang lagi ke lokasi, dan kami lihat ikan itu masih ada di pinggir sungai, tapi sudah mati," ujar Rohman.

Rohman bersama ketiga rekannya kemudian memberanikan diri menangkap ikan tersebut. Dengan bagian mulut ditalikan tambang dibelitkan pada dua potong bambu, bangkai ikan raksasa diseret ke pinggir sungai, dan digotong ke darat.

Belakangan diketahui, Ikan aneh raksasa yang ditemukan itu ternyata bukan ikan kancra seperti diduga warga. Ikan tersebut juga bukan ikan berasal dan hidup di perairan Sungai Cimanuk, melainkan ikan peliharaan seseorang warga keturunan di daerah Maktal Jalan Raya Cimanuk.

Kabarnya, ikan tersebut sengaja dibuang si pemiliknya ke Sungai Cimanuk karena mati. Jumlah ikan yang dibuangnya pun lebih dari seekor. "Tiga hari ke belakang juga ada yang sempat melihat ikan tersebut, bahkan ada yang memfilmnya. Jumlahnya lebih dari satu ekor. Kalau enggak salah, ikan itu ikan jenis manfish," kata Asep Sudrajat (43), warga Puri Gandasari Jalan Raya Garut-Bayongbong Desa Mangkurakyat Kecamatan Cilawu, Rabu (6/2/2013).

Akan tetapi dari sejumlah literatur, ikan jenis manfish (pterophyllum scalare) atau angel fish asal perairan Amazon Amerika Selatan itu berbeda sekali bentuknya dengan ikan raksasa menghebohkan itu. Ikan tersebut lebih mendekati jenis arapaima gigas atau gabus amazon, yang juga berasal dari perairan Amazon, Amerika Selatan. [den]

Berita Lainnya
1 Komentar
anto @ Senin, 11 Februari 2013 | 14:30 WIB Itu ikan terus kmanain,,?? di goreng enak kali ya,,, bisa pesta makan,,, :D #jiji
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BANJIR RENDAM TUJUH KECAMATAN
PUTING beliung pergi, banjir datang menyongsong. Tujuh kecamatan di Kabupaten Bandung tergenang air.
ASPIRASI + Indeks