Senin, 22 September 2014 | 09:26 WIB
LINTAS JABAR

Sebagai Pelayan Masyarakat, PNS Harus Netral

Oleh: Zaenal Mutaqin
Pantura - Minggu, 10 Februari 2013 | 12:50 WIB

INILAH, Subang - Ketua Forum RT dan RW Kabupaten Subang, Ujang Supardi meminta agar para Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus netral atau tidak berpihak kepada salah satu kandidat pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Hal itu akan merusak perjalanan demokrasi tingkat Jawa Barat.

"Tidak menutup kemungkinan, PNS juga berpihak kepada salah satu kandidat. Karenanya, Panwas dan Kepala Pemerintah Daerah harus menjalankan tugasnya dengan baik agar tidak ada keberpihakan terhadap para calon Gubernur dan Wakil Gubernur terutama PNS," ujar Ujang, Minggu (10/2/2013)

Karena, tambah Ujang, sesuai dengan aturan yang berlaku. PNS tidak diperkenankan untuk mendukung salah satu pasangan calon. "Kalau untuk memilih/mencoblos itu menjadi hak setiap warga negara, termasuk PNS. Tapi kalau PNS sudah mengarahkan kepada salah satu pasangan calon ini yang berbahaya, karena birokrasi pemerintahan akan menjadi tidak netral dan ujungnya akan ada dampak yang buruk atas keberpihakan itu," ujarnya.

Menurut Ujang, PNS itu harus mengetahui mempunyai kewajiban untuk mengabdi terhadap bangsa dan negara dengan menjadi pelayan masyarakat.

"Yang namanya pelayan masyarakat jangan sampai tercampuri oleh kepentingan politik siapapun, karena ditakutkan ketikan menjalankan tugasnya tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dijalankan," ujarnya.

Bupati Kabupaten Subang, H Ojang Sohandi mengimbau, para PNS untuk tidak berpihak terhadap salah satu pasangan calon karena akan merusak roda pemerintahan.

"Kami sampaikan kepada para PNS untuk bersikap independen, jangan berpihak kepada salah satu pasangan calon," Ojang.

Ojang juga menyampaikan, agar semua komponen masyaraat ikut serta menyukseskan acara pesta demokrasi tingkat jawa barat yang akan dilaksanakan pada 24 februari mendatang.

"Dan Sebagai Kepala Daerah, Saya meminta agar semuanya mendukung suksesi Pilgub Kabar, dengan tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan," pungkasnya.[ang]

Berita Lainnya
1 Komentar
edsha @ Senin, 11 Februari 2013 | 03:11 WIB Betul. jangan kayak pns di indramayu.
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Gagal Panen Hantui Petani
KEMARAU memang belum lama, namun kekeringan sudah melanda Jabar. Di Kabupaten Bandung Barat (KBB), puluhan hektare sawah gagal panen.
ASPIRASI + Indeks